Heboh Aliran Hakdzat di Pandeglang, Sholatnya Menghadap 4 Arah Mata Angin

Teguh Mahardika, Koran SI · Rabu 29 September 2021 04:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 340 2478411 heboh-aliran-hakdzat-di-pandeglang-sholatnya-menghadap-4-arah-mata-angin-IseICwBbks.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

PANDEGLANG - Warga Pandeglang, Banten kembali digegerkan dengan kemunculan aliran Hakdzat yang diduga menyimpang. Aliran ini berada di Kampung Cimenteng, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur.

Sebelumnya, Pandeglang sempat digegerkan oleh kelompok aliran yang mengatasnamakan Hakekok Balakasuta yang menggelar ritual mandi bareng tanpa mengenakan busana.

Camat Sumur Heru mengatakan, praktek penyimpangan aliran ini lantaran melakukan salat sunah menghadap ke 4 arah mata angin tidak sesuai dengan anjuran syariat Islam dan bacaan takbir disesuaikan ajaran mereka. Kelompok ini sudah berkembang sejak 2020 silam.

“Dari pengakuan mereka, kalau salat fardhunya sama dengan ajaran Islam. Cuman salat sunah yang mereka laksanakan mengikuti arah empat mata angin. Dan salatnya pun tidak ada ruku, langsung sujud," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Daftar 5 Orang yang Mengaku Nabi, Bisa Ramal Kiamat hingga Halalkan Seks Bebas

Disampaikan Heru, aliran ini dipimpin oleh Misran, Karyati dan Abah Sahim. Pengikutnya berasal dari lingkungan sekitar atau masih satu keluarga dengan pemimpin aliran ini. Hingga saat ini jumlah pengikut aliran Hakdzat ada sekitar 40 orang dan kebanyakan masih satu keluarga. "Hanya tempat tinggal mereka saja yang berjauhan," tuturnya.

Dia mengatakan, setelah terungkap pihak kecamatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang langsung bergegas mendatangi kelompok tersebut untuk mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan.

Kemudian, para pengikut aliran Hakdzat telah diberikan pembinaan oleh para tokoh masyarakat, MUI dan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan hingga ulama kharismatik Abuya Muhtadi.

“Pada prinsipnya aliran Hakdzat ini memang sudah disikapi oleh forum, baik dari Abuya Muhtadi, MUI, kecamatan maupun Bakor Pakem. Sudah dilakukan pembinaan dari tahun kemarin dan sampai tahun ini,” katanya.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini