Korut dan Korsel Buka Kembali Hotline yang Terputus

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 04 Oktober 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 18 2480890 korut-dan-korsel-buka-kembali-hotline-yang-terputus-vOu0ug395c.jpg Foto: Reuters.

SEOUL Korea Utara dan Korea Selatan pada Senin (4/10/2021) memulihkan hotline antara kedua negara yang diputus oleh Pyongyang pada Agustus. Pemulihan hotline itu terjadi di saat ketegangan antara kedua Korea meningkat menyusul serangkaian uji coba rudal yang dilakukan Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir.

Pekan lalu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan kesediaannya untuk mengaktifkan kembali hotline antara kedua negara. Pyongyang memutus hotline pada Agustus sebagai bentuk protes terhadap latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Korut Tawarkan Pemulihan Hubungan Langsung Antar-Korea

Kantor berita resmi Pyongyang, KCNA, mengatakan sambungan telepon akan tersambung kembali pada Senin pukul 9.00 waktu setempat.

Seoul mengonfirmasi bahwa komunikasi reguler dua kali sehari dimulai kembali tepat waktu melalui hotline militer dan lainnya yang dijalankan oleh Kementerian Unifikasi, kecuali untuk saluran angkatan laut yang didirikan pada jaringan internasional untuk kapal dagang.

Hotline adalah alat langka untuk menjembatani kedua negara yang berseteru itu. Tetapi tidak jelas apakah penyambungan kembali hotline ini akan memfasilitasi kembalinya perundingan untuk menghapus program nuklir dan rudal Korea Utara dengan imbalan keringanan sanksi AS.

KCNA menyerukan Seoul untuk memenuhi "tugasnya" untuk memperbaiki hubungan lintas perbatasan yang tegang, mengulangi pidato Kim pekan lalu bahwa ia telah memutuskan untuk memulihkan hotline untuk membantu mewujudkan harapan masyarakat untuk perbaikan hubungan dan perdamaian.

BACA JUGA: Korut Tolak Seruan Korsel untuk Deklarasikan Akhir Perang Korea

Dalam pidato itu, Kim mendesak Korea Selatan untuk meninggalkan "standar ganda" dan "delusi" atas kegiatan militer pertahanan diri Korea Utara sambil mengembangkan senjatanya sendiri.

"Pihak berwenang Korea Selatan harus melakukan upaya positif untuk menempatkan hubungan utara-selatan di jalur yang benar dan menyelesaikan tugas-tugas penting yang harus diprioritaskan untuk membuka prospek cerah di masa depan," demikian disampaikan KCNA.

(dka)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini