Share

Banjir Bandang Menerjang, Istri Dengar Jeritan Suami Minta Tolong dalam Sambungan Telefon

Tim Okezone, Okezone · Kamis 07 Oktober 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 18 2482760 banjir-bandang-menerjang-istri-dengar-jeritan-suami-minta-tolong-dalam-sambungan-telefon-AdRC8uyXIl.jpg Banjir bandang Malaysia (Foto : Mstar)

KISAH haru terjadi dalam periswita banjir bandang yang menejrang Kedah, Malaysia, pada 18 Agustus 2021. Di mana sambungan telefon istri yang hendak berbicara dengan suaminya mendadak terputus.

Dalam telefon tersebut, sang istri mendengar jeritan minta tolong suami sebelum ditemukan meninggal dunia bersama dengan 5 jenazah lain dalam tragedi banjir bandang.

Sang istri mengaku sempat mendengar kata halo dan jeritan suami dari telepon seberang, kemudian sambungan itu terputus. "Halo, tidaak, toloong," teriak suami terakhir kalinya, sambil meminta tolong.

Sang suami bernama Mohamad Faizal Mohd Zohir (28), dia ditemukan meninggal setelah rumah yang ia tinggali tersapu banjir bandang. Sebelum meninggal, ia bakan sempat mengirim video terakhir soal arus deras yang tengah membanjiri rumah majikan tempatnya bekerja. Sementara sang istri bernama Nornazliatul Aqilah Nazri (26).

Dilansir dari mstar.com Mohamad Faizal menjadi satu dari enam korban tewas yang sempat hanyut dibawa arus banjir bandang. Pesan-pesan terakhir dari sang suami pun masih tertera di layar ponsel Aqilah Nazri.

Kata Aqilah, beberapa jam sebelum kejadian, ia dan suami sempat berkirim pesan via WhatsApp. Saat itu, suaminya sempat mengirim video terakhir soal arus deras yang tengah membanjiri rumah majikan tempatnya bekerja.

"Video terakhir yang dikirim almarhum suami, sebelum banjir bandang turun, video terakhir pukul 16.55," tulis Aqilah.

Ketika Aqilah membalas pesan tersebut menanyakan kondisinya, pesan terakhirnya itu tak dibalas. Karena panik, ia mencoba menelpon sang suami. Namun, dirinya hanya sempat mendengar kata halo dan jeritan suami kemudian sambungan telefon terputus.

Baca Juga : Banjir dan Longsor di Luwu, 6 Desa Terisolir Sudah Dapat Dijangkau

Mendapati hal itu , Aqilah mencoba menghubungi majikan sang suami seperti yang ia lakukan sebelum-sebelumnya, tapi gagal. Di saat itulah firasatnya mulau tak enak. Ternyata benar, tak lama kemudian, jenazah majikan sang suami telah ditemukan.

Setelah itu, jenazah sang suami Mohammad Faizal juga ikut ditemukan. "Bila tak dapat call suami, saya coba hubungi majikannya, tapi kali ini juga gagal. Waktu itu perasaan saya sudah tak enak hingga dapat kabar mayat Ahmad (majikan) ditemukan di hari yang sama. Hari Kamis, saya ke Titi Hayun tunggu operasi pencarian dan sampailah saya dipanggil untuk identifikasi mayat." ungkap Aqilah..

Begitu melihat langsung suami yang sudah terbujur kaku, Aqilah langsung menangis histeris. Ia tak menyangka sang suami menjadi korban yang tewas akibat banjir bandang. "Saya menggigil satu badan," ungkap Nornazliatul.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Sang suami, kata dia, sebenarnya bekerja bersama ayahnya. Namun saat kejadian, sang ayah mertua sedang izin lantaran proses pemulihan operasi usus.

Kini sang ayah mertua benar-benar merasakan kehilangan putranya tersebut. Setiap kali mendengar suara hujan lebat, Aqilah mengaku merasa trauma.

Kepada Mstar, meski sudah sebulan lebih musibah itu terjadi, Nornazliatul mengaku masih rajin kirim pesan WhatsApp kepada almarhum suaminya. "Setiap hari saya kirim pesan ke nomor WA dia, walaupun saya tahu tak ada yang baca dan balas," ucapnya.

Berikut ini, pesan-pesan singkat yang diperlihatkan Aqilah.

"Papa, rindunya.. Papa balik lah.

"Mama pengen peluk papa, cium papap, minta ampun dekat papa."

"Papa, mama rindu papa samgat.

"Mama harap papa tunggu mama dan anak-anak di sana".

"Nanti kita jumpa di sana ya,"

Kini Aqilah mengaku hanya kedua anaknya yang menjadi sumber kekuatan. Anak pertama Nornazliatul juga sempat mencari ayah mereka yang tak kunjung pulang kerja. Namun saat tahu sayang ayah sudah meninggal, bocah laki-laki itu setiap malam meminta diajarkan membaca doa untuk mendiang ayah tercinta.

"Waktu awal memang mereka (2 anak Aqilah) mencari-cari, tapi dia dah tahu papanya sudah dikubur. Dia kata dekat surga, tiap malam suruh diajari baca doa untuk papa. Sekarang memang anak-anak saja yang menguatkan saya. Saya hanya pikrkan masa depan mereka." kata dia.

Sementara itu, dirinya tengah meminta bantuan banyak orang untuk bisa menemukan kembali motor peninggalan sang suami. Ketika motor itu berhasil ditemukan, Nornazliatul mengaku ingin barang itu jadi kenang-kenangan untuk anak-anaknya kelak.

"Motor itu motor ayah saya, tapi sejak menikah 25 Desember 2015 mendiang suami yang memakai motor itu. Saya ingin sekali motor disimpan untuk kenang-kenangan anak. Saya akan tunjukkan pada mereka inilah motor yang sering dipakai papa mereka keluar untuk mencari rezeki." ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini