Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satgas: Sekolah Berisiko Paling Tinggi, Dibukanya Harus Paling Belakang

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 07 Oktober 2021 |11:55 WIB
Satgas: Sekolah Berisiko Paling Tinggi, Dibukanya Harus Paling Belakang
Wiku Adisasmito (Foto : BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan, saat ini telah dilakukan gas dan rem sejalan dengan perkembangan kasus Covid-19 dalam pembukaan kegiatan masyarakat.

“Kita membuka apa namanya gas rem itu harus, ini pun juga sudah sejak awal sudah kita pepetakan resikonya. Jadi ada risiko penularan rendah tinggi dan ada dampak ekonomi rendah tinggi,” ungkap Wiku dikutip dari Youtube Sespim Lemdiklat Polri, Kamis (7/10/2021).

Wiku menyebutkan bahwa sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya memiliki dampak ekonomi paling rendah tapi memiliki risiko penularan Covid-19 paling tinggi. Sehingga, pembukaan sekolah harusnya dibuka paling belakang.

“Sebenarnya sekolah, pendidikan itu dampak ekonominya paling rendah daya ungkitnya, tapi risiko menularnya paling tinggi. Maka dari itu dibukanya harus yang paling belakang,” papar Wiku.

Baca juga: Ingin Pembelajaran Tatap Muka, Penuhi Dulu 3 Syarat Ini

Wiku mengatakan secara ekonomi pembukaan aktivitas terlebih dulu yang risikonya sangat rendah, namun dampak ekonomi paling tinggi. “Misalnya informasi komunikasi, keuangan, asuransi dan seterusnya. Jadi dengan cara kayak gini inilah caranya kita mapping keadaannya,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Sekolah Tatap Muka, KSP: Keselamatan Pendidik-Siswa Harus Diutamakan

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement