"Calon lainnya mungkin tinggi, tapi kalau tidak ada yang mengusung percuma. Kami optimis Airlangga Hartarto dalam Munas, pengenalan di Billboard, tingkat keterkenalan di Maret 26,%, Mei 28%, dan September 35%. Perlahan tapi pasti kinerja Partai, dan sebagai Menko naik elektabilitasnya. Karena keterbatasan waktu, pak Airlangga Hartarto masih konsentrasi menghadapi Covid-19," kata Nurul Arifin.
Ia menyebutkan Partai Golkar akan terus bekerja, meskipun dalam 5 besar dan 3 besar tidak masuk di SRMC, kita tetap optimis.
"Kita masih punya 2,5 tahun. Ini tidak membuat kami pesimis, seorang Airlangga Hartarto sangat optimis dan ini berpengaruh pada kami kader di pusat dan daerah. Kita melihat apa yang disimulasikan SRMC sangat detail dan komprehensif," lanjut Nurul Arifin.
"Partai yang tidak mencalonkan capres yang diinginkan masyarakat maka suaranya akan turun. Ini menjadi tendensius dan sebuah tantangan bagi kami. Menjadi perjuangan kami untuk lebih tertantang menghadapi hal tersebut. Itu menjadi catatan dan masukan bagi kami," pungkas Nurul Arifin.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.