“Kesepakatan kedua negara untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh masing-masing negara, sebagai langkah konkret dari upaya untuk menolak diskriminasi vaksin,” kata Menlu Retno dalam keterangan tertulisnya (10/10/2021).
Kedua Menlu juga membahas upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya outbond dan inbound investment.
Menlu RI juga menyampaikan kepada Menlu Serbia mengenai inisiatif Indonesia untuk menominasikan arsip KTT I GNB pada program Memory of the World (MOW) UNESCO. Arsip KTT I GNB dinominasikan pada MOW karena memiliki signifikansi global terutama melalui peran dan kontribusi GNB dalam upaya mendorong perdamaian dan keamanan dunia serta mendorong kerja sama internasional dengan tetap menjunjung tinggi kemerdekaan dan kesetaraan.
Menlu Retno mengatakan, Serbia mendukung inisiatif Indonesia dan akan bekerja sama menggalang dukungan negara-negara lainnya agar arsip dimaksud dapat masuk dalam Memory of the World UNESCO.
(Susi Susanti)