Miris! Sekolah di Sumut Bak Kandang Hewan, jika Hujan Siswa Diliburkan

Indra Mulia Siagian, iNews · Senin 11 Oktober 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 608 2484645 miris-sekolah-di-sumut-bak-kandang-hewan-jika-hujan-siswa-diliburkan-8Sia7Rsg8n.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SUMUT - Dampak kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri 200218 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara yang tidak beratap mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu. Bahkan, jika hujan turun para guru dan murid langsung menghentikan proses belajar mengajar. 

Akibat buruknya kondisi bangunan SD Negeri 200218 yang berada di Jalan Melati, Kelurahan Ujung Padang, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Seluruh siswa sekolah yang didirikan pada 1972 itu saat ini mengikuti pelajaran di SD Negeri 200201 yang jaraknya berisar 700 meter dari lokasi sekolah.

Hal ini dilakukan lantaran kondisi bangunan SD Negeri 200218 tidak layak bak kandang hewan. Mulai dari jendela yang tidak ada hingga sekolah tersebut hanya beratapkan langit.

Baca Juga: 15 Sekolah Terbaik di Sumatera Utara dari Nilai UTBK 2021

Salah seorang siswa, Reza Harefa mengatakan, jika hujan turun proses belajar yang mereka lakukan akan diakhiri. Parahnya lagi, jika hujan turun di pagi hari saat sebelum mereka berangkat sekolah, aktivitas di sekolah tersebut akan diliburkan.

Para siswa mengaku senang dapat mengikuti proses belajar terlindung dari panas terik matahari dan tanpa ada kekhawatiran basah jika hujan turun.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Imam Ghozali harahap mengaku sangat sedih melihat kondisi bangunan tempat di mana dirinya dulu menuntut ilmu. Oleh karenanya, dia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun sekolah untuk lebih layak.

Sebelumnya, kondisi bangunan SD Negeri 200218 di Kota Padangsidimpuan bak kandang hewan. Bagaimana tidak, buruknya fasilitas sekolah mulai dari kaca jendela sudah pecah hingga atap bangunan yang sudah tidak ada lagi alias beratapkan langit.

Baca Juga:  200 Sekolah di Kota Bogor Siap Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai 4 Oktober

Buruknya kondisi bangunan ini sudah terjadi selama bertahun-tahun yang lalu. Bahkan, kondisi kian diperparah saat tidak diperbolehkannya proses belajar mengajar tatap muka di masa pandemi Covid-19. Di mana, atap bangunan sekolah berhilangan. Hal tersebut diketahui setelah proses belajar mengajar tatap muka diberlakukan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini