Pasukan Irak Tangkap Kepala Keuangan ISIS

Susi Susanti, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 18 2484848 pasukan-irak-tangkap-kepala-keuangan-isis-7efUWGmJd5.jpg Pasukan Irak tangkap Kepala Keuangan ISIS (Foto: CNN)

BAGHDAD - Pasukan Irak menangkap Sami Jasim, Wakil mantan Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi sekaligus kepala keuangan ISIS.

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dalam sebuah pernyataan, pada Senin (11/10).tidak mengungkapkan rincian operasi tersebut. Namun dalam sebuah pernyataan yang diposting ke Twitter, dia mengatakan bahwa Jasim ditahan di luar Irak. Dia tidak mengungkapkan lokasi atau tanggal penangkapan Jasim.

"Sementara para pahlawan [Pasukan Keamanan Irak] kami fokus untuk mengamankan pemilihan, rekan-rekan [Badan Intelijen Nasional Irak] mereka melakukan operasi eksternal yang kompleks untuk menangkap Sami Jasim, yang bertanggung jawab atas keuangan Daesh, dan seorang wakil dari Abu Bakr Al- Baghdadi," terangnya.

(Baca juga: Irak di Ambang Perang Saudara)

Menurut pakar keamanan Irak Fadel Abu Regheef, Jasim, juga dikenal sebagai "Abu Asya," menjabat sebagai pengawas keuangan kelompok teroris di bawah Al-Baghdadi sejak 2015.

Dia tinggal di Mosul pada 2012, sampai dia bertemu Baghdadi pada tahun yang sama.

Pada 2015, Departemen Keuangan AS melabeli Jasim sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus, sebutan yang memberikan sanksi keuangan kepada teroris dan mereka yang memberikan dukungan kepada teroris atau tindakan terorisme.

Pada 2016, Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan (KRSC) melaporkan bahwa Jasim dan seorang ajudannya tewas dalam operasi gabungan dengan pasukan khusus Amerika Serikat (AS).

(Baca juga: Kuburan Massal 123 Korban ISIS Terungkap, Dibawa ke Jurang dan Ditembak Mati)

Namun, pada 2019, program "Hadiah untuk Keadilan" Departemen Luar Negeri AS memberikan hadiah sebesar USD5 juta (Rp71 miliar) untuk Jasim (juga dikenal sebagai Sami Jasim Muhammad al-Jabur) dan dua pemimpin senior ISIS lainnya, menunjukkan bahwa pihak berwenang Amerika percaya jika Jasim masih hidup.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini