Kematian Wanita Bersimbah Darah Diduga Dipicu Perselingkuhan

Solichan Arif, Koran SI · Selasa 12 Oktober 2021 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 519 2485306 kematian-wanita-bersimbah-darah-diduga-dipicu-perselingkuhan-cHBbYGvGVC.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BLITAR - Penyelidikan kasus tewasnya Elvi Novianti (47), warga Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar mulai menemukan titik terang. Kematian Elvi akibat penganiayaan berat, diduga dipicu perselingkuhan. Dari pemeriksaan HP korban, polisi menemukan percakapan via WA antara korban dengan laki-laki lain yang diduga selingkuhannya.

"Hasil pemeriksaan pada HP korban, petugas menemukan percakapan dengan pria yang diduga sebagai orang ketiga," ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Ardyan Yudho Setyantono kepada wartawan. Pada 7 Oktober 2021, Elvi ditemukan tewas di kamarnya dengan kondisi bersimbah darah. Tulang kepala di atas telinga kirinya, retak.

Elvi sehari -hari berjualan jamu keliling. Sebelum ditemukan tewas, hubungannya dengan Sukisno (57), suaminya sedang tidak baik. Pasangan suami istri tersebut dalam posisi pisah ranjang, namun masih satu rumah. Pertengkaran dipicu kebiasaan korban yang tidak bisa lepas dari ponselnya.

Kematian korban diketahui pertama kali oleh putranya yang baru pulang kerja. Yang bersangkutan langsung melapor ke kepolisian. Sementara Sukisno, ayahnya justru menghilang. Sukisno ditemukan tergeletak di bawah jembatan kereta api setinggi 7 meter.

Baca Juga : Sadis! Pengusaha Cantik Tewas Dibunuh, Tubuhnya Ditusuk 8 Kali

Di lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah itu, Sukisno tidak sadarkan diri dengan kepala berdarah-darah. Ada dugaan, usai menghabisi istrinya, laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh penggilingan jagung itu mencoba bunuh diri dengan terjun dari atas jembatan.

Ada juga kemungkinan yang bersangkutan terpeleset jatuh. Menurut Ardyan dugaan Sukisno sebagai pelaku penganiayaan istrinya sangat kuat. Namun hingga saat ini polisi belum bisa melakukan pemeriksaan. "Sebab yang bersangkutan masih dalam perawatan di rumah sakit," kata Ardyan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini