Lagi, China Gelar Latihan Militer di Wilayah Pantai Dekat Taiwan

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 15 Oktober 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 18 2486885 lagi-china-gelar-latihan-militer-di-wilayah-pantai-dekat-taiwan-YH5AgECxeC.jpg China gelar latihan militer di pantai dekat Taiwan (Foto: Weibo)

BEIJINGMiliter China mengatakan pada Senin (11/10) jika mereka telah melakukan pendaratan di pantai dan latihan penyerangan di provinsi yang berada tepat di seberang laut Taiwan, meskipun latihan itu tidak berhubungan dengan ketegangan saat ini dengan Taipei.

Surat kabar resmi People's Liberation Army Daily, dalam laporan singkat di akun microblogging Weibo-nya, mengatakan latihan tersebut telah dilakukan "dalam beberapa hari terakhir" di bagian selatan provinsi Fujian.

Dilihat dari isi surat kabar militer China, latihan itu melibatkan pasukan "penggempur", pencari ranjau dan spesialis perahu. Pasukan "dibagi menjadi beberapa gelombang untuk merebut pantai dan melakukan tugas tempur pada tahap yang berbeda," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

(Baca juga: Gambar Satelit Udara: China Kembangkan Kapal Perang Torpedo Rahasia)

Surat kabar militer China itu menunjukkan video tentara di perahu kecil menyerbu pantai, melemparkan granat asap, menerobos pertahanan kawat berduri dan menggali parit di pasir.

Latihan tampaknya hanya melibatkan sejumlah kecil pasukan.

 (Baca juga: China Kirim 38 Pesawat Tempur ke Taiwan, Datang dalam 2 Gelombang)

Cuaca cerah dan laut tenang kala itu menunjukkan bahwa latihan itu tidak dilakukan pada Senin (11/10) karena Fujian selatan saat ini sedang dilanda badai tropis yang melintas antara Taiwan dan Filipina.

Fujian akan menjadi situs peluncuran utama untuk setiap invasi China ke Taiwan karena letak geografisnya yang dekat.

Jika dilihat, China secara rutin melakukan latihan militer di atas dan di bawah pantainya serta di Laut China Selatan yang disengketakan.

Taiwan yang diperintah secara demokratis, dan diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, telah mengeluhkan peningkatan tekanan militer dan politik dari Beijing untuk memaksanya menerima kekuasaan China, termasuk serangan massal angkatan udara ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Taiwan telah mengecam apa yang disebutnya taktik koersif China terhadapnya dan mengatakan akan membela diri jika diserang.

Selama seminggu ini, Presiden China Xi Jinping mengulangi sumpah untuk "menyatukan kembali" Taiwan. Namun Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan tidak akan bisa dipaksa untuk tunduk pada China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini