Pemuda Ini Ancam Bakar Masjid secara Live di Medsos, saat Ditangkap Ngaku Bercanda

MNC Portal, · Jum'at 15 Oktober 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 18 2486968 pemuda-ini-ancam-bakar-masjid-secara-live-di-medsos-saat-ditangkap-ngaku-bercanda-pihuYxkts7.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

LONDON - Seorang pemuda di Inggris diduga mengancam akan membakar masjid. Bahkan, ia akan menyiarkannya secara live di media sosial.

Namun, pemuda yang diketahui bernama Sam Imrie, (24) itu mengaku hanya bercanda saat ditangkap. Sebelumnya, Imrie menggunggah di media sosial berencana untuk menyiarkan langsung ke pengguna internet tentang aksinya membakar masjid. Bangunan masjid yang jadi target yakni Fife Islamic Center di Glenrothes.

Baca Juga:  Setelah Jakarta, London Juga Diprediksi Tenggelam 10 Tahun Lagi

Pengadilan Tinggi di Edinburgh telah mendengar rekaman interogasi para detektif polisi terhadap Sam Imrie. Imrie menyangkal sembilan tuduhan, termasuk tiga tuduhan di bawah Undang-Undang Terorisme.

Petugas investigasi percaya dia merencanakan serangan teroris di Fife Islamic Center. Imrie mengaku kepada para petugas polisi bahwa dia sedang minum alkohol ketika dia mem-posting komentar di aplikasi pesan singkat Telegram.

Berbicara tentang serangkaian komentar di mana dia mengatakan dia membenci orang Yahudi, orang kulit hitam dan Muslim, Imrie mengatakan kepada petugas polisi: "Saya tidak akan melakukannya jika saya sadar." 

Pengakuan itu muncul pada hari kelima persidangan terhadap Imrie, pria asal Glenrothes, sebagaimana diberitakan BBC, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga:  Terperangkap di Sungai Thames London, Ikan Paus Ini Akhirnya di-Eutanasia

Selama interogasi di kantor polisi Govan Glasgow, Imrie ditanya tentang serangkaian postingan yang dia buat di grup Telegram bernama "FashWave Artists". Sebelumnya pengadilan mendengar kesaksian bahwa kelompok tersebut menampung gambar dan teks para teroris seperti Anders Breivik dan Brenton Tarrant.

Breivik melakukan penembakan massal di Norwegia yang mengakibatkan kematian 77 orang pada 2011 dan Tarrant bertanggung jawab atas pembunuhan 51 orang di masjid masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019.

Imrie mengatakan kepada petugas selama interogasi bahwa dia adalah seorang "nasionalis kulit putih". Dia menambahkan: "Saya peduli dengan ras saya."

Dia juga mengatakan bahwa dia percaya orang nonkulit putih inferior daripada orang kulit putih. Namun, dia juga menyebut orang China superior.

Pengadilan telah mendengar kesaksian bahwa Imrie telah mengunjungi Fife Islamic Center dan membuat video dengan mengatakan bahwa dia akan membakar masjid itu. Ketika polisi bertanya kepadanya apakah ini masalahnya, Imrie berkata: "Itu hanya bercanda."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini