Asmara Terlarang Paman dan Keponakan Berujung Kematian

Tim Okezone, Okezone · Minggu 17 Oktober 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 340 2487571 asmara-terlarang-paman-dan-keponakan-berujung-kematian-De4FcJwPqU.jpg asmara terlarang berujung maut/ ist

KOLAKA – Peristiwa pembunuhan sadis terjadi di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban pria inisial AK (39), tewas di tangan tiga sepupunya, AH, R dan S.

(Baca juga: Mayat Wanita Cantik di Tol Sedyatmo Ternyata Korban Tabrak Lari)

Aksi pembunuhan itu diduga karena keluarga malu karena korban menjalin asmara terlarang dengan keponakan. Peristiwa itu terjadi di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra.

Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa mengatakan, kejadian bermula saat korban datang ke sebuah pesta di Desa Sumber Rejeki. Saat itu, kehadiran korban diketahui oleh pelaku AH. Dia pun kemudian mengambil pisau badik miliknya di tempat penyulingan nilam.

(Baca juga: Tragis! Sugito Tewas Dibantai Usai Tak Membayar Kencan di Lokalisasi Gunung Antang)

Selanjutnya, ketiga pelaku mengejar korban. Namun korban berhasil meloloskan diri. Ketiga tersangka lalu mengejar korban dan berhasil ditangkap. Korban pun langsung dihabisi pelaku menggunakan parang.

“Pelaku R ditangkap di kediamannya pada Minggu, (10/10). Sedangkan AH dan S ditangkap di Desa Rakadua, Bombana, Provinsi Sultra, pada Jumat (15/10),” ujar Saiful.

Dikatakannya, motif ketiga tersangka menghabisi korban, karena malu korban menjalin asmara terlarang dengan keponakan sendiri yang sudah terjalin cukup lama. Keluarga korban juga sudah beberapa kali mencoba memisahkan hubungan yang dijalin keduanya.

“Hal itulah yang membuat tiga pelaku merasa malu, hingga berencana membunuh korban,” ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338, Pasal 56 ayat 1 dan 2, Pasal 170 KUHP. "Ketiganya terancam penjara maksimal hukuman mati dan atau seumur hidup," tutup Saiful Mustofa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini