Diksar Maut Menwa UNS, Gilang Potong Rambut dan Minta Sepatu PDL Sebelum Berangkat

Wahyu Endro, iNews · Selasa 26 Oktober 2021 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 512 2491822 diksar-maut-menwa-uns-gilang-potong-rambut-dan-minta-sepatu-pdl-sebelum-berangkat-EQwGEl5BaO.jpg Mahasiswa UNS tewas saat diksar/ MNC Media

KARANGANYAR - Pemakaman mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang meninggal saat mengikuti pendidikan pelatihan (diklat) resimen mahasiswa (menwa) diwarnai jerit tangis keluarga dan rekan-rekan.

(Baca juga: Ini Hasil Autopsi Mahasiswa yang Tewas Usai Diksar Menwa)

Sebelum berangkat diklat, almarhum menyempatkan diri potong rambut malam hari dan meminta sepatu kepada sang ayah.

Setelah menjalani autopsi, jenazah Gilang Endi Saputra (21) langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

(Baca juga: Mahasiswa Tewas saat Diklat, Keluarga Sebut Hidung & Telinga Korban Keluarkan Darah)

Kedatangan jenazah Gilang disambut jerit dan isak tangis keluarga dan rekan-rekan almarhum. Kepergian anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sunardi (55) dan Endang Budiastuti (53) ini sangat menyesakan, tidak hanya bagi keluarga namun juga bagi rekan-rekan almarhum.

Usai disholatkan, almarhum dimakamkan di pemakaman setempat tidak jauh dari rumah duka. Meski terpukul, ketegaran sang ayah yang merupakan pensiunan TNI terlihat saat prosesi pemakaman.

Sunardi yang dikenal dekat dengan sang putra ini pun menceritakan kisah di malam terakhir pertemuan, sebelum berangkat diklat. Mulai dari meminta sepatu sampai potong rambut di malam harinya.

“Dia pamit hari Jumat, malam saya nyariin sepatu PDL, karena saya masih punya sepatu PDL. Saya semir sepatu tersebut dan saya berikan ke dia," ujar Sunardi, ayah korban.

“Pihak keluarga sendiri menyerahkan kasus kematian putranya kepada pihak berwenang,” sambungnya.

Autopsi yang dilakukan juga untuk membuat terang penyebab kematian korban. Sementara itu, akibat kejadian ini, kegiatan diklat yang seharusnya digelar sampai tanggal 31 Oktober, dihentikan. Pihak kepolisian sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini