China Rancang Aturan Baru, Orangtua Bisa Dihukum Jika Anaknya Nakal

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 18 2492731 china-rancang-aturan-baru-orangtua-bisa-dihukum-jika-anaknya-nakal-KnOtkGZmIX.jpg Foto: Reuters.

BEIJING - Parlemen China akan mempertimbangkan undang-undang untuk menghukum orang tua jika anak-anak mereka menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan.

Dalam rancangan undang-undang pemajuan pendidikan keluarga, wali akan ditegur dan diperintahkan untuk menjalani program pembinaan pendidikan keluarga jika jaksa menemukan perilaku yang sangat buruk atau perilaku kriminal pada anak di bawah asuhannya.

BACA JUGA: Waktu Bermain Game di China Dibatasi 3 Jam Sepekan, Industri Esport Diprediksi Bakal Merosot

"Ada banyak alasan bagi remaja untuk berperilaku tidak baik, dan kurangnya atau pendidikan keluarga yang tidak tepat adalah penyebab utama," kata Zang Tiewei, juru bicara Komisi Urusan Legislatif di bawah Kongres Rakyat Nasional (NPC) sebagaimana dilansir Reuters.

Rancangan undang-undang promosi pendidikan keluarga yang akan dibahas pada sidang Komite Tetap NPC pekan ini juga mendesak orang tua untuk mengatur waktu bagi anak-anaknya untuk istirahat, bermain, dan berolahraga.

BACA JUGA: Dianggap Terlalu 'Feminin', China Dorong Pendidikan untuk Membuat Anak Laki-laki Lebih 'Maskulin'

Beijing telah menjalankan pengawasan orang tua yang lebih tegas tahun ini, untuk mengatasi kecanduan anak-anak ke game online, yang dianggap sebagai bentuk "kecanduan secara spiritual", hingga menekan tingkat pengidolaan yang "fanatik" terhadap selebritas internet.

Dalam beberapa bulan terakhir, kementerian pendidikan telah membatasi jam bermain game untuk anak di bawah umur, yang memungkinkan mereka bermain game online selama satu jam pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saja.

Peraturan ini juga telah mengurangi pekerjaan rumah dan melarang les setelah sekolah untuk mata pelajaran utama selama akhir pekan dan hari libur, karena khawatir tentang beban akademik yang berat pada anak-anak yang kewalahan.

Pada saat yang sama, China mendesak pria muda China untuk menjadi kurang "feminin" dan lebih "maskulin".

Dalam "Usulan untuk Mencegah Feminisasi Remaja Laki-Laki" yang dikeluarkan pada Desember, kementerian pendidikan mendesak sekolah untuk mempromosikan olahraga di kampus seperti sepak bola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini