Palsukan Tes PCR, Wisatawan Ditangkap Usai Berlibur dari Bali

Mohamad Chusna, Sindonews · Senin 01 November 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 244 2494980 palsukan-tes-pcr-wisatawan-ditangkap-usai-berlibur-dari-bali-i5UqpVCHVW.jpg Polisi menangkap wisatawan yang palsukan tes PCR (Foto: M Chusna)

DENPASAR - Tiga wisatawan diamankan polisi di Bandara Ngurah Rai, Bali. Mereka memalsukan surat hasil tes PCR ketika hendak terbang ke Jakarta.

Ketiga wisatawan itu adalah Lutfi Lanisya (25), Anggie Chaerunnisa (26) dan Muhammad Firdaus (26). "Mereka diamankan saat check in," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dalam jumpa pers, Senin (1/11/2021).

Baca Juga:  Aturan Baru Perjalanan Darat: Bepergian Jarak 250 Km Wajib PCR atau Antigen

Dia menjelaskan, Lutfi diamankan Minggu 31 Oktober 2021 sekitar pukul 08.00 Wita. Dia merupakan calon penumpang Citilink tujuan Jakarta, dengan jadwal penerbangan pukul 09.10 Wita.

Saat melakukan validasi di konter Kantor Kesehatan Pelabuhan di dalam terminal keberangkatan, petugas tidak menemukan barcode di surat hasil tes PCR.

Setelah dicek melalui aplikasi PeduliLindungi, hanya ditemukan data vaksin saja tanpa ada hasil pemeriksaan tes PCR.

Petugas lalu mengonfirmasi ke RS Siloam Kuta sesuai dokumen yang dibawa. Hasilnya Lutfi terkonfirmasi hanya melakukan tes antigen.

Kepada polisi, Lutfi mengaku telah mengedit dokumen tes antigen menjadi PCR melalui handphone. "Dia lalu minta tolong petugas hotel mencetak dokumen itu," ungkap Mikael.

Baca Juga:  Tak Turunkan Harga Tes PCR, RS dan Lab Nakal Bakal Ditindak

Sedangkan Anggie dan Firdaus diamankan, Jumat 29 Oktober 2021 sekitar pukul 22.30 Wita. Petugas KKP yang melakukan scanner barcode mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan surat hasil tes PCR yang dibawa.

Ketiga tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 263 Ayat (2) dan 268 Ayat (2) KUHP. "Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," ujar Jansen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini