Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mensos Dukung Upaya Berbagai Pihak Berikan Layanan Psikologi Anak Terdampak Covid-19

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 02 November 2021 |19:14 WIB
Mensos Dukung Upaya Berbagai Pihak Berikan Layanan Psikologi Anak Terdampak Covid-19
Mensos Risma dukung upaya berbagai pihak berikan layanan psikologi anak terdampak Covid-19. (Foto: Dok.Kemensos RI)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan kepada anak disabilitas dan anak yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19. Bantuan diberikan saat kegiatan pelayanan psikososial terhadap anak-anak terdampak Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia dengan tema 'Peduli Anak, Indonesia Tangguh.

Kegiatan diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan TNI, juga berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Selain itu juga menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengurus Bhayangkari, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Himpunan Psikologi Indonesia, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, dan Yayasan Advent Respon Cepat.

Baca Juga: Serahkan Bantuan ATENSI, Komisi VIII DPR RI Bersama Kemensos Antisipasi Dampak Pandemi Bagi Anak

Bantuan dari Kemensos diberikan kepada 157 Anak Yatim Piatu berupa tabungan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Selain itu juga sebanyak 29 anak disabilitas diberikan alat bantu sesuai kebutuhan mereka, seperti alat bantu dengar dan kursi roda.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan, anak-anak yang kehilangan orangtuanya mengalami syok. Kemensos sangat mendukung kegiatan pelayanan psikososial yang diselenggarakan oleh Polri.

"Terima kasih kepada Kepolisian RI dan TNI yang menyelenggarakan kegiatan ini karena setelah anak-anak kehilangan orangtuanya, mereka mengalami guncang. Untuk itu dibutuhkan terapi agar anak-anak itu bisa semangat kembali," kata Mensos di Lembaga Pendidikan Polri, Jakarta Selatan (2/11).

Mensos Risma juga menyapa dan memotivasi beberapa anak yang terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui daring. Kepada mereka, Mensos terus memperkuat motivasi agar mereka bisa bangkit. "Tidak boleh sedih, harus terus percaya diri karena di sana ada Bapak TNI dan Polisi yang akan mendampingi. Jadi tidak boleh nyerah, tidak boleh putus asa," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berharap anak-anak tetap aktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari mereka. "Anak-anak kita yang telah kehilangan keluarganya, kita pastikan tetap bisa tumbuh normal dan aktif," tuturnya. Ia juga mengatakan, kolaborasi ini sebagai wujud Negara hadir di tengah masyarakat, khususnya di situasi pandemi Covid-19.

Foto: Kemensos RI


Selain Mensos, hadir juga dalam kegiatan ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi.

Menurut data di Kementerian Sosial RI per 1 November 2021, terdapat 38.360 anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu akibat Covid-19. Dari keseluruhan data tersebut, jumlah anak yang sudah diberikan bantuan ATENSI melalui Balai/Loka Rehabilitasi Sosial berjumlah 13.085 anak.

Pada 2022 mendatang, akan diusulkan sebanyak 4,3 juta anak yatim piatu untuk memperoleh bantuan ATENSI dengan rincian setiap anak yang belum sekolah mendapatkan Rp300.000 per bulan dan anak sudah sekolah mendapatkan Rp200.000 per bulan.

CM

(Agustina Wulandari )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement