“Kerja sama ini telah menghasilkan manfaat pembangunan dan perdagangan serta mendukung tujuan lingkungan - SVLK adalah contoh manfaat kerja sama ini, sistem nasional yang dioperasikan oleh Indonesia, untuk memverifikasi legalitas kayu yang diekspor, memungkinkan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memenuhi syarat untuk akses preferensial ke pasar Uni Eropa senilai USD1 miliar/tahun dan pasar Inggris senilai £200 juta (IDR 4 triliun) setahun, di bawah persyaratan FLEGT,” lanjutnya.
Lebih lanjut Owen menjelaskan bahwa Inggris juga melanjutkan kerja sama erat melalui inisiatif baru seperti menjadi Ketua Bersama dalam dialog Forests, Agriculture and Commodities Trade (FACT), untuk mendukung perdagangan komoditas global yang berkelanjutan.
“Saya berterima kasih kepada Indonesia karena telah menjadi contoh yang luar biasa, dan menantikan contoh-contoh baik lainnya dari Indonesia agar bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain”, ujar Owen.
Ia yakin bahwa pengumuman program baru senilai £350 juta (setara Rp7 triliun) hari ini akan membantu memperbarui kemitraan kedua negara dan mendukung kepemimpinan Indonesia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.