Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Inggris Kucurkan Rp7 Triliun untuk Investasi iklim ke Indonesia Selama 10 Tahun

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 03 November 2021 |19:14 WIB
Inggris Kucurkan Rp7 Triliun untuk Investasi iklim ke Indonesia Selama 10 Tahun
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Inggris mendukung komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui deforestasi dan tata guna lahan, guna membatasi kenaikan suhu global. Sebagai pemilik hutan hujan utuh terbesar ketiga di dunia, hampir sepertiga hutan bakau dunia, dan sepertiga lahan hutan gambut tropis dunia, komitmen Indonesia ini dinilai dapat membuat perbedaan besar terhadap upaya global mengatasi perubahan iklim.

BACA JUGA: AS dan Indonesia Rayakan Keberhasilan Kerja Sama Atasi Perubahan Iklim dan Pelestarian Alam

Untuk mendukung upaya ini, Inggris berencana untuk berinvestasi hingga £350 juta (sekira Rp7 Triliun) selama 10 tahun dalam kemitraan baru dengan Indonesia. Kerja sama ini akan berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi, membantu mendukung Pemerintah Indonesia dalam upayanya melindungi dan memulihkan hutan serta keanekaragaman hayati nusantara yang signifikan secara global, mengatasi penyebab utama deforestasi dan degradasi lahan, serta mendorong pertumbuhan rendah karbon yang tangguh.

Kemitraan yang baru diumumkan ini akan berfokus pada penyediaan investasi hijau katalis, membuka lebih lanjut keuangan publik dan swasta agar membantu mencapai ambisinya bagi hutan dan penggunaan lahan untuk menjadi “net sink” karbon sebelum tahun 2030.

Inggris akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan mitra utama di sektor hutan dan penggunaan lahan untuk menentukan lokasi investasi berdasarkan kebutuhan, berkonsultasi dengan investor dan bisnis, organisasi multilateral dan pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.

BACA JUGA: Indonesia dan Inggris Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan Tinggi

Secara global, hutan bertindak sebagai penyerap karbon, menyerap dua kali lebih banyak daripada yang dilepaskan ke atmosfer oleh deforestasi dan degradasi. Tetapi dari tiga hutan hujan tropis utama dunia, Lembah Sungai Kongo, Amazon dan hutan hujan Asia Tenggara, hanya Kongo yang tetap menjadi penyerap karbon yang kuat.

Dalam 20 tahun terakhir, hutan-hutan di Asia Tenggara secara kolektif menjadi sumber neto emisi karbon karena pembukaan hutan, kebakaran yang tidak terkendali, dan pengeringan lahan gambut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement