Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebelum Syekh Subakir Datang, Ratusan Utusan Khalifah Terbunuh di Tanah Jawa

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 05 November 2021 |08:14 WIB
Sebelum Syekh Subakir Datang, Ratusan Utusan Khalifah Terbunuh di Tanah Jawa
Illustrasi Syekh Subakir (foto: istimewa)
A
A
A

Dalam Babad Walisana (Babad Para Wali disandarkan pada Karya Sunan Giri II), R Tanoyo menuliskan usaha pengislaman Jawa oleh Sultan al-Gabah dari negeri Rum (Turki Usmani). Sultan mengirim 20.000 keluarga muslim ke Pulau Jawa. Namun sebagian besar tewas terbunuh dan hanya tinggal 200 keluarga yang selamat. Sultan al-Gabah marah.

"Kemudian mengirim ulama, syuhada dan orang sakti ke Jawa untuk membinasakan para "jin, siluman dan brekasan" penghuni Jawa," tulis R Tanoyo. Salah satu di antara ulama sakti yang datang ke Jawa itu adalah Syekh Subakir.

Konon, saat itu tanah Jawa dan seisinya masih angker dan galak. Bagi yang mampu melihat, dari jauh pulau Jawa terlihat seperti kobaran api yang tak pernah padam.

Kata Umar, banyaknya makhluk halus dan lelembut jahat di Jawa sebagai penyebab keangkeran. Bangsa lelembut itu mencelakai orang asing yang tidak mengerti Jawa. Ada cerita mengenai tumbal. Menurut Umar, sebelum melakukan syiar Islam, Syekh Subakir lebih dulu menanam tumbal di tanah Jawa.

Di atas Gunung Tidar Magelang, Jawa Tengah yang dipercaya sebagai pusernya (Pusat) tanah Jawa. Syekh Subakir menempatkan tumbal keselamatan.

"Bagi yang mampu melihat, tumbal itu katanya berwujud pusaka," kata Umar. Dalam catatan buku Atlas Walisongo, Agus Sunyoto menulis, istilah menanam "tumbal" berkaitan erat dengan usaha rohani.

Sebuah upaya membersihkan tempat dari hal-hal yang dianggap tidak bersih. "Menyucikan suatu tempat dengan cara menanam "tanah" di tempat yang dianggap angker," tulis Agus Sunyoto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement