Share

Pria Ini Terancam Penjara 60 Tahun Usai Curi Rahasia Penerbangan, Didenda Rp72 Miliar

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 November 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 18 2497653 pria-ini-terancam-penjara-60-tahun-usai-curi-rahasia-penerbangan-didenda-rp72-miliar-JEBu9q0AY8.jpg Seorang pria dituduh mencuri rahasia perdagangan penerbangan (Foto: reuters)

CHINA - Menurut departemen kehakiman Amerika Serikat (AS), seorang perwira intelijen China dinyatakan bersalah atas lima tuduhan yang berkaitan dengan spionase ekonomi dan pencurian rahasia dagang penerbangan.

Xu Yanjun dihukum di pengadilan  AS karena merencanakan mencuri rahasia dari perusahaan penerbangan. Dia menghadapi hukuman 60 tahun penjara dan denda lebih dari USD5 juta (Rp72 miliar).

Menurut pernyataan departemen kehakiman AS, Xu adalah anggota senior Kementerian Keamanan Negara cabang Jiangsu - sebuah badan yang bertanggung jawab atas kontra-intelijen, intelijen asing, dan keamanan internal.

Xu dituduh menargetkan karyawan di beberapa perusahaan yang berbasis di AS, di antara negara-negara lain setidaknya sejak 2013.

 Baca juga: Perangi Kejahatan Dunia Maya, Dephan AS Tangkap Pria Rusia yang Diekstradisi dari Korsel

Dalam satu contoh, ia mengatur agar karyawan GE Aviation melakukan perjalanan ke China pada tahun 2017 untuk memberikan presentasi di universitas - membayar biaya perjalanan dan uang saku.

Tahun berikutnya, Xu meminta informasi "spesifikasi sistem, proses desain" kepada pakar. Dengan kerja sama dari perusahaan - yang bekerja dengan FBI - karyawan tersebut mengirim email kepada Xu dokumen dua halaman yang diberi label memiliki informasi sensitif.

Xu kemudian meminta karyawan tersebut untuk mengirim salinan direktori file untuk komputer yang dikeluarkan pekerjaannya.

Baca juga:  Intelijen China Gunakan LinkedIn untuk Rekrut Mantan Pegawai Pemerintah AS

Dia juga mencoba mengatur untuk bertemu dengan karyawan tersebut di Belgia, yang akhirnya berujung pada penangkapannya.

"Bagi mereka yang meragukan tujuan sebenarnya dari [China], ini harus menjadi peringatan," kata Asisten Direktur FBI Alan Kohler.

"Mereka mencuri teknologi Amerika untuk menguntungkan ekonomi dan militer mereka,” lanjutnya.

Xu pertama kali ditangkap di Belgia pada 2018 dan mungkin merupakan agen China pertama yang diekstradisi ke AS untuk diadili.

Pihak berwenang China belum berkomentar secara terbuka tentang putusan pada Jumat (5/11). Beijing sebelumnya telah menolak tuduhan itu, dengan mengatakan tidak ada dasar untuk tuduhan itu.

Tuduhan itu datang pada saat ketegangan meningkat antara kedua negara - dengan China baru-baru ini menguji bentuk baru rudal hipersonik, dan Presiden AS Joe Biden berjanji untuk melindungi Taiwan dari serangan militer China.

Menurut CNN, Direktur CIA Bill Burns menggambarkan China sebagai ancaman teknologi terbesar bagi AS. Bulan lalu dia mengatakan agen mata-mata akan meningkatkan upayanya ke China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini