"Kalau ada gelombang ketiga kita ngobrolnya dari bawah lagi kan, berat lagi. Jadi saling mempengaruhi, faktanya saling mempengaruhi," kata Hilman.
Kondisi pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kebijakan suatu negara. Ini terbukti dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia pada bulan Juli hingga Agustus. Negara di luar sana melarang Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke negara tertentu, bahkan warga negara asing ada yang 'kabur' dari Indonesia.
"Juni Juli kita sedang tinggi-tingginya, Saudi itu mulai membuka kan Agustus wajar kan orang masih belum menerima kita. Tapi sekarang kondisinya sedang membaik, nah ini kita harapkan jadi modal juga untuk kita komunikasikan ke pemerintah Saudi," ujarnya.
Untuk perjalanan umrah di masa pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan stakeholder telah menyiapkan dan mematangkan skenario perjalanan ibadah umrah. Nantinya, skenario ini akan dipadupadankan dengan kebijakan dari Arab Saudi, sehingga tidak ada perbedaan di lapangan.
"Berbeda dengan yang dulu, umrahnya hanya satu kali, ke mesjid hanya 1-2 kali sisanya karantina juga enggak nyaman kan. Kita kan ingin jamaah umrah itu kesannya menikmati beribadah umrah bukan hanya menunaikan niat saja, umrah kan ziarah," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.