“Berbagai provinsi sudah teridentifikasi. BMKG sudah petakan. Berdasarakan data ini, kita akan lakukan upaya adaptasi dan mitigasi dalam menghadapi La Nina,” kata Kasdi.
Untuk penggunaan benih, Kementan juga akan mengadvokasi penggunaan benih tahan genangan, seperti Inpari 1 sampai 10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 42 Agritan, maupun varietas unggul lokal.
Tak hanya La Nina atau iklim basah, Kasdi menyebutkan Kementan juga telah menyiapkan dampak iklim kering. “Upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada iklim basah, tapi juga iklim kering. Karena kita harus bisa mengantisipasi perubahan iklim yang akan terjadi nantinya,” tuturnya.
Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam menyambut musim kering adalah pembangunan atau rehabilitasi sarana penampungan air dan saluran irigasi tersier dan kuarter.
“Kita akan memperkuat secara konkrit kantong-kantong air dalam bentuk embung ataupun dam parit di saat musim hujan. Kita pun akan berupaya menghemat air, seperti penggunaan irigasi tetes yang sangat baik untuk efisiensi air,” ucap Kasdi.