Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Burung Pelikan Serbu Israel, Ada Apa?

Vanessa Nathania , Jurnalis-Selasa, 09 November 2021 |14:10 WIB
Ribuan Burung Pelikan Serbu Israel, Ada Apa?
Pelikan Putih Besar yang bermigrasi terlihat di reservoir Mishmar Masharon, Israel, 8 November 2021. (Foto: Reuters)
A
A
A

TEL AVIV – Ribuan burung pelikan yang sedang dalam perjalanan musim gugur ke selatan, singgah ke Israel untuk berburu makanan. Pihak berwenang Israel telah mendirikan waduk ramah pelikan untuk melindungi perikanan nasional.

Pelikan-pelikan ini lebih memiliki rute daratan yang lebih berisiko dibandingkan terbang di langit. Ratusan juta burung melewati Israel setiap musim migrasi, di musim semi mereka melakukan perjalanan mereka ke utara ke Eropa dan Asia dan kemudian kembali ke Afrika di tahun yang sama.

BACA JUGA: 750 Pelikan Ditemukan Mati di Situs Warisan Dunia Senegal

Diperkirakan 45.000 di antara burung-burung yang bermigrasi ini adalah pelikan lapar. Pelikan merupakan jenis burung migrasi terbesar, menyukai ikan yang dipelihara petani Israel. Kemunculan mereka sangat merugikan bagi para petani dan juga berbahaya bagi pelikan.

Salah satu solusi mencegah pelikan mengganggu para petani adalah dengan memberikan makanan alternatif di sebuah lokasi utama. Sekira 2,5 ton ikan kelas dua telah dimasukkan ke dalam kolam yang ditentukan di Mishmar Hasharon, sebuah kibbutz komunal di dekat pantai Mediterania Israel di mana pelikan dipersilakan untuk memakannya dengan puas.

"Program ini bertujuan untuk meminimalkan konflik antara manusia dan pelikan," kata Ofir Bruckenstein dari Otoritas Alam dan Taman Israel sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Orang Yahudi Terakhir Afghanistan Meminta Rp 142,7 M Untuk Pindah ke Israel

Dari tempat yang aman ini mereka dapat melanjutkan migrasi mereka yang seringkali melewati medan yang lebih berbahaya.

Komunitas Perlindungan Alam di Israel memperkirakan bahwa sekitar setengah dari 500 juta burung yang bermigrasi mati selama perjalanan musiman sejauh ribuan kilometer itu.

Mereka mati karena dimangsa predator alami serta aktivitas manusia, seperti perusakan habitat dan sengatan listrik oleh kabel listrik, kata komunitas itu.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement