Share

Tandingi China, AS Luncurkan Proyek Infrastruktur Januari 2022

Antara, · Rabu 10 November 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 18 2499719 tandingi-china-as-luncurkan-proyek-infrastruktur-januari-2022-ZpqyPCydBk.jpg Ilustrasi proyek infrastruktur (Foto: Okezone)

WASHINGTON - Pejabat tinggi Amerika Serkat (AS), pada Senin (9/11) mengatakan AS berencana berinvestasi pada lima hingga 10 proyek infrastruktur di seluruh dunia pada Januari 2022 sebagai bagian dari program lebih luas yang dijalankan oleh negara-negara Kelompok Tujuh (G7).

Rencana itu dimaksudkan untuk menandingi program serupa yang dijalankan China, yaitu Prakarsa Sabuk dan Jalan.

Delegasi AS pekan lalu mengidentifikasi sedikitnya 10 proyek menjanjikan di Senegal dan Ghana setelah melakukan serangkaian pembahasan.

Delegasi itu dipimpin oleh wakil penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, Daleep Singh.

Baca juga: Erick Thohir Ingin BUMN Lebih Agresif Bangun Infrastruktur Teknologi dan Inovasi   

Pejabat itu mengatakan para pejabat sedang melancarkan pertemuan dengan para pemimpin pemerintah dan sektor swasta untuk menentukan proyek-proyek yang akan diberi pendanaan di bawah program Build Back Better World (B3W).

B3W adalah prakarsa yang diluncurkan oleh negara-negara demokrasi kaya kelompok G7 pada Juni tahun ini.

Baca juga: G7 Belum Satu Suara soal Dana IMF Rp1.430 Triliun untuk Covid-19

Rencana-rencana tersebut kemungkinan akan diselesaikan selama pertemuan G7 pada Desember mendatang.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Pejabat itu mengatakan delegasi AS telah berkunjung ke Ekuador, Panama, dan Kolombia selama awal Oktober dan kunjungan serupa akan dilakukan ke Asia sebelum akhir tahun. Ia tidak menyebutkan negara-negara Asia mana yang akan dikunjungi.

B3W G7 dimaksudkan untuk memenuhi sebagian investasi infrastruktur senilai USD40 triliun (Rp 569.868 triliun) yang akan dibutuhkan negara-negara berkembang pada 2035.

Selain itu, B3W ditujukan sebagai alternatif bagi praktik pinjaman oleh China yang bermasalah, kata mereka.

AS akan menawarkan "cakupan penuh" perangkat keuangan AS kepada negara-negara berkembang.

Pejabat itu menjelskan perangkat yang ditawarkan termasuk saham ekuitas, jaminan pinjaman, asuransi politik, hibah, dan keahlian teknis untuk memusatkan upaya pada iklim, kesehatan, teknologi digital, dan kesetaraan gender.

Pejabat pemerintah tersebut mengatakan para pejabat tinggi di Senegal dan Ghana telah menyambut baik jaminan yang ditawarkan AS.

Tidak seperti China, yang merupakan kreditur terbesar dunia, AS tidak akan meminta ada perjanjian kerahasiaan atau perjanjian terpisah yang suatu hari bisa berujung pada penyitaan pelabuhan atau bandara.

Proyek-proyek yang telah dibahas termasuk kemungkinan mendirikan pusat pembuatan vaksin untuk Afrika Barat di Senegal, memperkuat pasokan energi terbarukan, meningkatkan pinjaman bagi bisnis yang dimiliki perempuan, serta mempersempit kesenjangan digital.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini