Share

Perempuan di Ethiopia Diperkosa dan Dipukuli Pemberontak, Bahkan di Depan Anak-anaknya

Tim Okezone, Okezone · Kamis 11 November 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 18 2500194 perempuan-di-ethiopia-diperkosa-dan-dipukuli-pemberontak-bahkan-di-depan-anak-anaknya-1gOzErSVwJ.jpg (Foto: DW)

ETIOPIA - Amnesty International mewawancari sejumlah peremuan Ethiopia. Mereka mengaku diperkosa dan dipukul, bahkan di depan anak-anak mereka. Laporan baru menyebut para korban tidak bisa mendapatkan bantuan medis setelah serangan itu.

Pemberontak Tigray memerkosa, merampok, dan memukuli perempuan setempat setelah menyerang sebuah kota di wilayah Amhara utara Etiopia. Demikian menurut laporan terbaru Amnesty International yang dirilis pada Rabu (10/11/2021).

Laporan terbaru ini memuat tentang pelanggaran hak asasi manusia yang mengganggu dan telah dilakukan selama konflik yang berjalan setahun. Demikian dilansir dari DW.

Ini adalah laporan lanjutan oleh Amnesty yang mendokumentasikan pemerkosaan ribuan perempuan dan anak perempuan oleh pasukan Etiopia dan Eritrea di wilayah Tigray.

Baca juga: 16 Anggota Staf PBB dan Keluarganya Ditahan di Ethiopia


Baca juga: Human Rights Watch: Pemerintah Ethiopia Blokir Bantuan untuk Korban Pemerkosaan

Penyelidikan Amnesty didasarkan pada wawancara dengan 16 penyintas kekerasan seksual dan otoritas lokal di kota Nifas Mewcha.

Laporan tersebut berfokus pada pelanggaran yang terjadi setelah pasukan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) memasuki Amhara pada bulan Agustus.

Para perempuan yang menjadi sasaran TPLF di Amhara sebagian besar berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan buruh kasar, menurut peneliti Amnesty Fisseha Tekle.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Menurut Amnesty, mayoritas perempuan menderita masalah kesehatan akibat serangan tersebut.

Para korban pemerkosaan tidak bisa mendapatkan bantuan medis yang mereka butuhkan karena pasukan Tigray menjarah rumah sakit setempat.

"Kesaksian yang kami dengar dari para penyintas yang menggambarkan tindakan tercela oleh para pejuang TPLF yang merupakan kejahatan perang, dan berpotensi kejahatan terhadap kemanusiaan," kata sekretaris jenderal Amnesty Agnes Callamard.

"Mereka menentang moralitas atau sedikit pun kemanusiaan."


Baca juga: AS Perintahkan Pegawai Pemerintah Non-Darurat Segera Tinggalkan Ethiopia

 

Mengapa ada konflik di Ethiopia?


Sejak awal November 2020, pemerintah Etiopia dan TPLF terlibat baku tembak dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa dan telah menyebabkan lebih dari 400.000 orang menghadapi kelaparan.

Pasukan Tigray yang telah mendominasi pemerintah nasional Etiopia selama hampir tiga dekade, memperluas perang ke Amhara sejak merebut kembali sebagian besar wilayah Tigray utara pada Juni.

Pekan lalu, sebuah laporan oleh Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa semua pihak telah melakukan pelanggaran dalam perang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini