Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Saifuddin Zuhri, Bapak Lembaga Penerjemah Alquran yang Kerap Dihadiahi Tanah

Mohammad Adrianto S , Jurnalis-Jum'at, 12 November 2021 |12:01 WIB
Mengenal Saifuddin Zuhri, Bapak Lembaga Penerjemah Alquran yang Kerap Dihadiahi Tanah
KH Saifuddin Zuhri (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Saifuddin Zuhri adalah Menteri Agama Republik Indonesia pada Kabinet Kerja III, Kabinet Kerja IV, Kabinet Dwikora I, Kabinet Dwikora II, dan Kabinet Ampera I. Dirinya dianggap sebagai sosok yang memelopori pembentukan Lembaga Penerjemah Alquran dalam Kementerian Agama.

Ayahnya bernama Haji Muhammad Zuhri dari keluarga petani yang taat beragama. Ibunya bernama Siti Saudatun, salah seorang cucu Kiai Asraruddin, seorang ulama yang berpengaruh dan memimpin sebuah pesantren kecil di daerahnya.

Baca Juga:  Indonesia Dinilai Cocok Jadi Model Artikulasi Islam Dunia, Ini Alasannya

Ketika tak dapat menghindari penunjukan Bupati (Regent) Banyumas untuk memangku jabatan penghulu, pengaruh Kiai Asraruddin bertambah besar. Jadilah ia seorang ulama, politisi, pejuang sekaligus seorang penghulu.

Saifuddin Zuhri dibesarkan dalam pendidikan pesantren di daerah kelahirannya, sebuah pesantren kecil yang tidak tenar namanya. Masa mudanya ditempuh dalam keprihatinan untuk mendidik diri sendiri. Ia memasuki pergerakan pemuda dalam tempaan zaman pergolakan bersenjata dan pergerakan politik.

Pada usia 19 tahun, ia dipilih menjadi pemimpin Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Daerah Jawa Tengah Selatan, dan Konsul Nahdlatul 'Ulama Daerah Kedu merangkap Guru Madrasah.

Berbarengan dengan itu, ia aktif dalam dunia kewartawanan, menjadi koresponden kantor berita Antara (kini Lembaga Kantor Berita Nasional Antara) dan beberapa harian dan majalah.

Saifuddin Zuhri diangkat sebagai Komandan Divisi Hizbullah Jawa Tengah dan Anggota Dewan Pertahanan Daerah Kedu. Ia juga memimpin laskar Hizbullah untuk bersama-sama pasukan TKR di bawah pimpinan Kol.

Baca Juga:  Jika Pintu Haji Dibuka, Ini Calon Jamaah yang Jadi Prioritas

Soedirman, dan berbagai pasukan kelasykaran rakyat lainnya ikut pertempuran Ambarawa itu dan berhasil mengusir penjajah. Karena keterlibatan aktif, sungguh-sungguh, dan penuh kepahlawanan dari Saifuddin Zuhri dalam Perang Ambarawa dan perang gerilya lainnya, maka Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia menganugerahkan “Tanda Kehormatan Bintang Gerilya”, sesuai dengan SK Presiden Republik Indonesia No. 2/Btk/1965 tanggal 4 Januari 1965.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement