Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Haru Letjen Sintong Panjaitan Saksikan Ribuan Prajurit Kopassus Terpaksa Lepaskan Baret Merah

Lutfia Dwi Kurniasih , Jurnalis-Minggu, 14 November 2021 |14:08 WIB
Kisah Haru Letjen Sintong Panjaitan Saksikan Ribuan Prajurit Kopassus Terpaksa Lepaskan Baret Merah
Foto: ist.
A
A
A

Sintong masih mencoba menyampaikan berbagai argumentasi untuk mencegah pengurangan prajurit Kopassus, namun tetap tidak ada yang berhasil.

Perampingan di tubuh TNI termasuk Kopassus pada akhirnya tetap harus dilaksanakan. Salah satunya alih status Brigif 3 Linud Kopassus di Kariango menjadi Brigif Limud 3/Kostrad.

Sebelum dilakukan perampingan seluruh anggota Koppasus melakukan seleksi dilaksanakan di Sukabumi pada 1986. Anggota Kopassus kembali menjalani ujian di medan berat untuk diukur kemampuan fisik, mental, dan kecerdasannya. Tes dilakukan satu-satu dan didampingi psikiater. Latihan patroli malam hari juga dilakukan.

Para prajurit yang lulus tentu saja tetap boleh mengenakan baret merah dan tinggal di Jakarta. Sementara yang tidak lulus ditempatkan dalam kesatuan baret hijau Kostrad.

Sintong mengaku ingin menangis ketika mengetahui ternyata banyak prajurit Kopassus yang harus keluar.

"Saya rasanya mau menangis karena banyak orang yang baru masuk Kopassus harus keluar," kata Sintong.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement