Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengungkap Sejumlah Misteri di Gunung Lawu

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 17 November 2021 |19:08 WIB
Mengungkap Sejumlah Misteri di Gunung Lawu
Gunung Lawu
A
A
A

KARANGANYAR - Gunung Lawu merupakan gunung yang termasuk dalam Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa). Sebelum dinamakan Gunung Lawu, dahulunya gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur itu dinamakan Wukir Mahendra.

Gunung dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sejak 1600 tak masuk dalam catatan gunung berapi yang pernah mengalami erupsi. Walaupun Lawu termasuk gunung berapi, saat ini masuk dalam kategori 'gunung tidur'.

Sebagai gunung penyandang Tujuh Puncak Pulau Jawa, Gunung Lawu menyimpan sejumlah misteri. Karena itu, gunung ini juga banyak menarik minat dari para spiritual untuk mengupas sejarah dari Lawu. Tabir misteri Gunung Lawu ini unik dan sangat berbeda dari gunung api lainnya di Indonesia.

Salah satunya adalah banyaknya bebatuan di Puncak Gunung Lawu yang menyerupai bebatuan yang ada di dasar laut. Salah satu pemerhati Gunung Lawu yakni Polet membenarkan hal tersebut.

Ia berpendapat, batu karang di atas puncak Gunung Lawu tersebut menandakan bila beribu-ribu tahun saat daratan di bumi ini satu dengan lainnya masih menyatu, Gunung Lawu diduga berada di dasar laut. Tak hanya itu, jenis tanaman langka yang ada di Gunung Lawu memperkuat analisis bila dahulunya tertutup air laut dan mengalami evolusi.

Baca Juga : 7 Mitos Gunung Lawu, Tempat Ritual hingga Pasar Setan

“Menurut cerita, dulunya kemungkinan memang benar Lawu berada di dasar laut karena ada badai es. Semua daratan tertutup air,, sedangkan Lawu makin lama makin tinggi. Karena perubahan alam itu bisa jadi banyak ditemukan batu karang," ujarnya pada 2014.

Menurut Polet, Gunung Lawu menyimpan seribu misteri. Misteri itu di antaranya keberadaan kawah Gunung Lawu berada sekitar Selter II Taman Sari, yaitu Telaga Kuning dan Lembung Silayur. Kawahnya sudah tidak aktif, tapi masih sering mengeluarkan bau belerang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement