Share

PM Hungaria: Kelompok Anti-Vaksin Covid-19 Disuntik Atau Mati

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 20 November 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 18 2504871 pm-hungaria-kelompok-anti-vaksin-covid-19-disuntik-atau-mati-bnmY0wkSTP.jpg PM Hungaria Viktor Orban (Foto: Reuters)

HUNGARIAPerdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban mengatakan vaksinasi semua warga negara Hungaria terhadap Covid-19 tidak dapat dihindari. Dia menegaskan kelompok anti-vaksin (anti-vaxxers) garis keras pada akhirnya akan menghadapi pilihan antara mati dengan virus atau disuntik vaksin.

Berbicara kepada radio Kossuth pada Jumat (19/11), pemimpin Hungaria mengecam mereka yang enggan divaksinasi terhadap virus corona, menyebut mereka sebagai ancaman "tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi untuk semua orang lain."

“Pada akhirnya, setiap orang harus divaksinasi; bahkan anti-vaxxers akan menyadari bahwa mereka akan divaksinasi atau mati. Jadi, saya mendorong semua orang untuk mengambil kesempatan ini,” terangnya.

 Baca juga: Tolak Vaksinasi Covid-19, Kelompok Anti-Vaksin Ancam Dokter

Negara anggota Uni Eropa (UE) saat ini diketahui sedang mengalami gelombang keempat virus corona. Orban pun menyalahkan situasi pada mereka yang belum divaksinasi. "Jika semua orang diinokulasi, tidak akan ada gelombang keempat atau hanya gelombang kecil," klaim PM.

Selain mendesak yang tidak divaksinasi untuk segera disuntik vaksin, Orban juga mempromosikan suntikan booster, mengungkapkan bahwa ia telah mengambil tiga dosis vaksin virus corona.

 Baca juga: Kelompok Antivaksin Masih Berkeliaran, Ketua IDAI Minta Pemerintah Tarik Rem Darurat!

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Satu-satunya yang melindungi kita dari virus adalah vaksinasi. Dan kita sekarang juga melihat, setidaknya para ahli sepakat mengatakan, bahwa empat hingga enam bulan setelah vaksinasi kedua, kekuatan perlindungan vaksin melemah. Oleh karena itu, sebuah vaksinasi ketiga dibenarkan," lanjutnya.

Hungaria telah mengumumkan langkah-langkah anti-Covid baru, meskipun agak kurang dari langkah-langkah ketat yang diusulkan oleh Badan Medis negara itu pada Rabu (17/11). Badan medis menyerukan larangan menyeluruh pada acara massal, dan menyarankan untuk masuk ke restoran, teater, dan tempat-tempat dalam ruangan lainnya dengan syarat harus memiliki sertifikat inokulasi Covid-19. Sebagai gantinya, Budapest meluncurkan wajib memakai masker untuk sebagian besar lingkungan dalam ruangan, serta membuat suntikan booster wajib untuk semua pekerja medis, mulai dari Sabtu (20/11).

Negara berpenduduk 10 juta ini mencatat jumlah total kasus Covid-19 terus meningkat tepat di bawah angka satu juta. Pada Jumat (19/11), Hungaria mencatat rekor harian baru, dengan hampir 11.300 infeksi Covid baru. Lebih dari 32.700 orang di Hungaria telah meninggal karena penyakit ini selama pandemi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini