Share

Pasutri Rebutan Kursi Kepala Desa, Sang Istri Malah Minta Warga Pilih Suaminya

Antara, · Senin 22 November 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 340 2505511 pasutri-rebutan-kursi-kepala-desa-sang-istri-malah-minta-warga-pilih-suaminya-CYLylyvvWY.jpg Peserta Pilkades di Kalimantan Timur ini adalah pasangan Suami-Istri (Foto : Antara)

SEPAKU - Ada hal unik yang dilakukan sepasang suami-istri pada Pilkades Desa Wonosari, Kecamaan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, di mana mereka memperebutkan kursi kepala daerah. Uniknya, sang istri yang mencalonkan diri sebagai calon, justru minta warga memilih suaminya yang merupakan rival politiknya.

"Saya dan istri sama-sama siap kalah. Makanya, kami tidak ada kampanye, tetapi melakukan sosialisasi untuk menyukseskan pilkades serentak pada tanggal 15 Desember mendatang," ujar Kasiyono, calon Kades Wonosari periode 2022—2028 di Wonosari, Minggu 21 November 2021.

Dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten PPU pada tahun ini, Kasiyono mendapat nomor urut 02, sementara Emilia Kartika (istri Kasiyono) berada di nomor urut 01. Mereka sama-sama berpeluang menjadi Kepala Desa Wonosari.

Selain siap kalah, Kasiyono juga mengaku siap menang sehingga dia akan melanjutkan program kerja pada periode sebelumnya yang belum tuntas, terutama dalam pengembangan ekowisata goa, karena di desa setempat terdapat Goa Tapak Raja yang belum dikelola optimal.

Saat pencalonan Pilkades Wonosari 6 tahun lalu, Kasiyono memperoleh suara 80 persen, sedangkan dua rivalnya total suara mereka 20 persen.

Baca Juga : Kakaknya Kalah Pilkades, Anggota Linmas Bakar Rumah Warga di Sumba Timur

"Enam tahun lalu jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Wonosari tercatat 700-an orang, kemudian yang datang menyalurkan suara ada 600-an orang. Dari total suara tersebut, saya mendapat suara 80 persen," katanya.

Pada pilkades saat ini, lanjut dia, jumlah DPT di Wonosari sekitar 900 orang. Namun, dia tidak mematok berapa persen suara karena yang menjadi lawan politiknya adalah istrinya sendiri.

Sementara itu, Emilia menyatakan siap kalah karena dia yakin suaminya bakal memenangi pilkades. Bahkan, dalam sosialisasi dia meminta masyarakat untuk mencoblos nomor urut 02, bukan nomor urut 01.

"Saya mencalonkan menjadi kades pada detik-detik terakhir penutupan penyerahan formulir pendaftaran karena hingga tanggal akhir batas penyerahan formulir pendaftaran, hanya suami saya yang daftar. Jika hanya ada satu calon, pilkades akan ditunda," katanya.

Batas waktu penyerahan formulir pendaftaran calon kepala desa (kades) pada tanggal 21 September 2021. Namun, jika pelamar calon kades dalam satu desa yang mendaftar hanya ada satu calon, waktu pendaftaran diperpanjang 20 hari.

Pilkades serentak di Kabupaten PPU pada tanggal 15 Desember 2021 dilaksanakan di 14 desa, yakni Wonosari, Tengin Baru, Bukit Raya, Bukit Subur, Girimukti, Sumber Sari, Babulu Darat, Rawa Mulia, Gunung Makmur, Sebakung Jaya, Babulu Laut, Sri Raharja, Sesulu, dan Api-Api.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini