Pelayan Ditelanjangi, Dipukuli hingga Diserang Secara Seksual Selama Berjam-jam dalam Serangan Horor

Susi Susanti, Okezone · Selasa 23 November 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506163 pelayan-ditelanjangi-dipukul-hingga-diserang-secara-seksual-selama-berjam-jam-dalam-serangan-horor-eH5aaRSoyA.jpg Pelayan dipukuli, ditelanjangi hingga diserang secara seksual (Foto: Daily Star)

KAMERUN - Seorang pelayan bar ditelanjangi dan dipukuli oleh sekelompok pria saat mereka merekam serangan horor di Kamerun.

Menurut Human Rights Watch, Sara (bukan nama sebenarnya), 27, dipukul dengan ranting, diserang secara seksual dan dipermalukan oleh massa di ibu kota negara Afrika Yaoundé pada 15 November lalu.

Rekaman penyerangan yang dikabarkan berlangsung selama beberapa jam itu beredar dalam dua video di media sosial dan menunjukkan Sara dipukul beberapa kali oleh kelompok tersebut.

Menurut laporan medis, korban menderita beberapa luka lebam di sekujur tubuhnya akibat serangan tersebut.

Dokter juga mengatakan bahwa Sara perlu dipantau selama 15 hingga 18 hari karena cedera parah yang dideritanya.

Baca juga: Di Negara Ini, Jadi Perempuan Transgender Bisa Dijebloskan ke Penjara

Kelompok itu diketahui bertemu Sara di sebuah bar sebelum dia diseret keluar, rambutnya ditarik, dan diserang serta dipermalukan oleh massa.

Sarah, yang digambarkan sebagai interseks oleh Human Rights Watch, diyakini telah diserang karena menjadi anggota komunitas LGBTI di Kamerun.

 Baca juga: Keluar dari Malaysia, Transgender Nur Sajat: Saya Dipukul, Diborgol, Dipermalukan

Seperti diketahui, menjadi homoseksual di Kamerun adalah ilegal dan mereka yang melakukannya dapat dituntut lima tahun penjara.

“Serangan baru-baru ini terhadap orang interseks di kota Yaoundé adalah sesuatu yang harus dikecam keras,” terang Nkwain Hamlet, Direktur Eksekutif kelompok hak LGBT+ Kamerun Working For Our Wellbeing.

“Tidak ada yang menghadapi perlakuan seperti itu,” lanjutnya.

Setelah serangan itu, Yayasan Kamerun untuk AIDS (CAMFAIDS), sebuah organisasi hak asasi manusia mengajukan pengaduan kepada polisi atas nama Sara sebagai korban penyerangan, pemukulan, dan perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat.

Kelompok tersebut saat ini memberikan dukungan kepada Sara, termasuk bantuan medis dan psikologis.

Polisi menangkap seorang pria sehubungan dengan serangan brutal itu tetapi dia dibebaskan hanya 48 jam kemudian.

Human Rights Watch mengatakan bahwa polisi belum membuat pernyataan publik tentang serangan kekerasan terhadap Sara.

“Kebisuan mereka atas insiden kekerasan yang tidak masuk akal terhadap korban LGBTI ini berisiko mengirimkan pesan toleransi untuk pelecehan semacam itu dan menyoroti kegagalan pemerintah untuk melindungi LGBTI Kamerun,” ungkap organisasi di situs web mereka.

“Polisi harus segera menanggapi keluhan CAMFAID, menyelidiki serangan terhadap Sara, dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. Mereka juga harus memastikan keselamatan aktivis LGBTI yang melakukan pekerjaan penting dalam iklim intimidasi dan kekerasan,” lanjut pernyataan itu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini