Korut Siap Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa, Berharap Bisa Atasi Kelaparan dan Masalah Ekonomi

Susi Susanti, Okezone · Selasa 23 November 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506188 korut-siap-luncurkan-satelit-ke-luar-angkasa-berharap-bisa-atasi-kelaparan-dan-masalah-ekonomi-mI0nwkUb0O.jpg Korut bersiap luncurkan satelit ke luar angkasa (Foto: Reuters)

PYONGYANG Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un sedang mempersiapkan Korut melakukan perjalanan besar ke luar angkasa. Dia berharap langkah ini bisa menolong negaranya terlepas dari kelaparan dan masalah ekonomi.

Korut bermaksud meluncurkan satelit ke orbit dalam waktu dekat sebagai bagian dari rencana "pengembangan ruang angkasa yang damai".

Sebuah konferensi yang diadakan di Universitas Kim Il Sung di Pyongyang minggu lalu membahas bagaimana penelitian dalam teknologi satelit itu bertujuan untuk membantu masalah ekonomi.

Ini adalah kekhawatiran yang sangat mendesak di Korea Utara saat ini, yang sedang mengalami salah satu krisis ekonomi terburuk dalam 73 tahun.

"Simposium [itu] kondusif untuk mendorong dengan percaya diri rencana pengembangan ruang angkasa kami sesuai dengan upaya internasional yang positif untuk mengembangkan dan menggunakan ruang angkasa, kekayaan bersama umat manusia, dan untuk mengembangkan ekonomi Negara,” terang kantor berita negara KNCA.

Baca juga:  Korut Darurat Pangan, Kim Jong-un Minta Rakyat 'Makan Lebih Sedikit' Sampai 2025

Menurut NK News, pada Oktober lalu, sebuah grafik yang menampilkan satelit disertakan pada pameran rudal yang diadakan di ibukota, yang memicu kekhawatiran atas elemen militer yang jelas untuk program luar angkasa Pyongyang.

Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) sebelumnya meluncurkan satelit bernama Kwangmyŏngsng-4 ke orbit pada Februari 2016, yang disebut-sebut menyiarkan data kembali ke Bumi dua kali sehari.

Baca juga:  5 Warga Gugat Kim Jong-un Atas Tuduhan Iming-Iming 'Surga di Bumi', Tuntut Ganti Rugi Rp12 Miliar

Para ahli dari negara lain tidak dapat mengkonfirmasi klaim ini.

Setelah peluncuran, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengatakan mereka percaya bahwa tes itu adalah kedok untuk "pengembangan sistem pengiriman senjata nuklir".

Seperti diketahui, langkah-langkah ketat di perbatasan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 telah memperburuk kekurangan pangan di populasi Korea Utara yang berjumlah 25 juta, yang sudah menderita sanksi internasional dan serangkaian bencana alam.

Menurut Pusat Pengurangan Bencana Asia, empat dari sepuluh warga Korea Utara diperkirakan terkena dampak badai pada 2019 saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini