Bus Terbakar Tewaskan 46 Orang, Penumpang Pecahkan Jendela untuk Selamatkan Diri

Susi Susanti, Okezone · Rabu 24 November 2021 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506497 bus-terbakar-tewaskan-46-orang-penumpang-pecahkan-jendela-untuk-selamatkan-diri-pw37HbXZhi.jpg Bus terbakar tewaskan 46 orang, penumpang pecahkan jendela untuk selamatkan diri (Foto: AFP)

BULGARIA - Penumpang yang yang selamat dari kebakaran bus yang menewaskan sedikitnya 46 orang bergegas ke tempat yang aman melalui jendela setelah kendaraan terbakar dan jatuh di Bulgaria.

Tujuh orang melarikan diri dengan luka bakar dari kendaraan, yang penuh dengan turis yang sebagian besar orang Makedonia.

Bus menabrak penghalang dan terbakar saat kembali dari Istanbul di Turki ke Makedonia Utara.

Dua belas anak termasuk di antara yang tewas, termasuk anak laki-laki kembar, berusia empat tahun.

Hanya empat pria dan tiga wanita yang selamat dari bencana, yang terjadi di jalan raya barat daya ibukota Bulgaria, Sofia, pada Selasa (23/11) pagi.

Baca juga: Bus Terbakar di Tengah Jalan, 45 Orang Tewas

Insiden ini menimbulkan kesedihan mendalam di di Bulgaria dan Makedonia Utara. Negara itu telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Perdana Menteri Makedonia Zoran Zaev menggambarkan kecelakaan itu sebagai "mengerikan".

"Saya bertemu dengan korban luka di sebuah rumah sakit di Bulgaria. Hati saya hancur ketika mendengar tangisan seorang ayah yang kehilangan anaknya," terangnya kepada BBC.

 Baca juga: Bus Terbakar di Tol Jagorawi Arah Bogor, Lalu Lintas Lancar

PM mengatakan dia telah berbicara dengan salah satu korban, yang mengatakan kepadanya bahwa penumpang tertidur ketika suara ledakan membangunkan mereka.

"Mereka berhasil memecahkan salah satu jendela dan menyelamatkan beberapa orang. Sayangnya, sisanya tidak berhasil," terangnya kepada wartawan.

Penyebab kecelakaan itu belum jelas. Pejabat Bulgaria mengatakan bus belok dari jalan raya dan menabrak penghalang tabrakan sepanjang 50 meter (164 kaki).

Namun belum diketahui apakah bus tersebut terbakar sebelum atau sesudah kecelakaan. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Seorang penyelidik mengambil gambar puing-puing bus dengan pelat Makedonia Utara yang terbakar di jalan raya

Gambar-gambar setelahnya menunjukkan bagian jalan di mana penghalang tabrakan telah dicukur dan bus hangus, dilalap api.

Walikota dari desa terdekat Pernik mengatakan jalan tol dalam kondisi buruk di bagian itu dan sering terjadi kecelakaan di daerah itu.

Bus itu telah kembali ke ibu kota Makedonia Utara, Skopje, dari perjalanan liburan akhir pekan ke Istanbul.

Bus itu tampaknya bepergian sebagai bagian dari konvoi empat bus dan berhenti di sebuah pompa bensin dekat Sofia sekitar satu jam sebelum kecelakaan. Bus-bus lain, yang beberapa menit di depan, kembali ke Makedonia Utara dengan selamat.

Para korban belum disebutkan secara resmi, tetapi para pejabat mengatakan mereka termasuk 12 anak-anak, dan banyak orang muda berusia antara 20 dan 30 tahun.

Seorang pria mengatakan kepada surat kabar Sloboden Pecat bahwa 10 kerabatnya tewas dalam bencana tersebut.

"Saya kehilangan seluruh keluarga saya dalam kebakaran itu," ujar pria itu.

Media Makedonia mengatakan lima murid di sebuah sekolah dasar di Skopje dan pasangan muda yang akan menikah juga termasuk di antara yang tewas.

Laporan Makedonia mengatakan Gazmend Ukali, 27, dan Albina Beluli, 23, dari kota barat laut Tetovo, telah pergi ke Istanbul untuk merayakan ulang tahun Ukali.

Adnan Yasharovski mengatakan putrinya yang berusia 16 tahun, Zuleikha, meneleponnya untuk mengatakan bahwa dia selamat dari kecelakaan itu. Yasharovski mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia pergi ke Sofia untuk menjenguknya di rumah sakit.

"Dia menangis. Tangannya terbakar tapi tidak apa-apa," katanya, di luar rumah sakit.

"Dia tidak banyak bicara, dia menangis dan dia shock,” lanjutnya.

Bus tersebut diketahui milik Besa Trans, sebuah perusahaan travel yang menyelenggarakan perjalanan di Eropa.

Beberapa jam setelah kecelakaan, kerabat orang-orang yang bepergian ke Turki dengan Besa Trans minggu lalu berkumpul di luar kantor perusahaan di Skopje, dengan cemas mencari informasi.

Perdana Menteri sementara Bulgaria Stefan Yanev menggambarkan insiden itu sebagai "tragedi besar".

"Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian tragis ini dan kita bisa mencegah kejadian serupa di masa depan," katanya kepada wartawan saat mengunjungi lokasi kecelakaan.

Kepala layanan investigasi Borislav Sarafov mengatakan "kesalahan manusia oleh pengemudi atau kerusakan teknis adalah dua versi awal dari kecelakaan itu".

Sarafov mengatakan kepada wartawan bahwa tampaknya kedua pengemudi tewas dalam kecelakaan itu sehingga tidak ada yang bisa membuka pintu.

Sementara itu, Menteri luar negeri Albania mengindikasikan bahwa sebagian besar, jika tidak semua, penumpang adalah etnis Albania dari Makedonia Utara.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini