Undang Taiwan ke KTT Demokrasi, AS Bikin Berang China

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 November 2021 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506898 undang-taiwan-ke-ktt-demokrasi-as-bikin-berang-china-UgmfrQU9vi.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengundang Taiwan ke "KTT Demokrasi" yang akan digelar pada Desember, menurut daftar peserta yang diterbitkan pada Selasa (23/11/2021). Langkah ini telah membuat marah China, yang memandang pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya.

Pertemuan “KTT Demokrasi” ini merupakan yang pertama kali digelar dan bertujuan untuk membantu menghentikan kemunduran demokrasi dan erosi hak dan kebebasan di seluruh dunia. KTT ini dipandang sebagai ujian dari pidato pertama Biden terkait kebijakan luar negeri yang disampaikannya pada Februari, dimana dia mengatakan akan mengembalikan AS ke kepemimpinan global untuk menghadapi kekuatan otoriter yang dipimpin oleh China dan Rusia.

BACA JUGA: China: Taiwan Tidak Punya Hak Bergabung dengan PBB

Ada 110 peserta dalam daftar undangan Departemen Luar Negeri untuk acara virtual yang akan digelar pada 9 dan 10 Desember itu, dengan dua negara besar, China dan Rusia tidak termasuk di dalamnya.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pemerintah akan diwakili oleh Menteri Digital Audrey Tang dan Hsiao Bi-khim, duta besar de facto Taiwan di Washington.

"Undangan negara kami untuk berpartisipasi dalam 'KTT untuk Demokrasi' merupakan penegasan dari upaya Taiwan untuk mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia selama ini," tambah kementerian itu sebagaimana dilansir Reuters.

Sebaliknya, China mengatakan "sangat menentang" undangan tersebut.

BACA JUGA: Militer China Pantau Pergerakan Kapal Perang AS di Selat Taiwan

"Tindakan AS hanya menunjukkan demokrasi hanyalah kedok dan alat untuk memajukan tujuan geopolitiknya, menindas negara lain, memecah belah dunia dan melayani kepentingannya sendiri," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian kepada wartawan di Beijing.

Undangan untuk Taiwan datang ketika China telah meningkatkan tekanan pada negara-negara untuk menurunkan atau memutuskan hubungan dengan pulau itu, yang dianggap oleh Beijing tidak memiliki hak untuk diakui sebagai negara.

Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri mengatakan Beijing tidak berhak berbicara mewakili pulau itu.

Perbedaan tajam atas Taiwan bertahan selama pertemuan virtual awal bulan ini antara Biden dan Presiden China Xi Jinping.

Meski Biden menegaskan kembali dukungan lama AS untuk kebijakan "Satu China" di mana ia secara resmi mengakui Beijing daripada Taipei, dia juga mengatakan dia "sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," demikian disampaikan Gedung Putih.

Kelompok hak asasi mempertanyakan apakah KTT Biden untuk Demokrasi dapat mendorong para pemimpin dunia yang diundang, beberapa dituduh menyembunyikan kecenderungan otoriter, untuk mengambil tindakan yang berarti.

Daftar Departemen Luar Negeri menunjukkan acara tersebut akan menyatukan demokrasi yang matang seperti Prancis dan Swedia tetapi juga negara-negara seperti Filipina, India dan Polandia, di mana para aktivis mengatakan demokrasi berada di bawah ancaman.

Di Asia, beberapa sekutu AS seperti Jepang dan Korea Selatan diundang, sementara yang lain seperti Thailand dan Vietnam tidak. Sekutu AS lain yang absen dari daftar undangan itu adalah Mesir dan Turki, sementara dari Timur Tengah hanya Israel dan Irak yang diundang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini