Oknum Polisi Cabuli Istri Tahanan Polsek Kutalimbaru Bakal Dipecat

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 24 November 2021 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506954 oknum-polisi-cabuli-istri-tahanan-polsek-kutalimbaru-bakal-dipecat-2QAKbdQWaw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MEDAN - Bripka RHL, oknum polisi yang kini menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap MU (19) istri dari salah seorang tahanan kasus narkoba Polsek Kutalimbaru, dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari Dinas Kepolisian.

Keputusan PTDH terhadap Bripka RHL diambil lewat Sidang Kode Etik yang digelar di Polda Sumatera Utara pada Rabu (24/11/2021).

"Iya hasil sidang yang bersangkutan direkomendasi PTDH," ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Atas putusan itu, kata Hadi, Bripka RHL masih mempunyai waktu untuk menerima atau mengajukan banding. "Berdasarkan ketentuan, yang bersangkutan diberikan waktu 14 hari untuk mengajukan banding," jelasnya.

Baca juga: 2 Oknum Polisi Terlibat Praktik Politik Pilkades

Terpisah kuasa hukum korban MU, Riadi, menyebut putusan PTDH itu sudah memenuhi unsur keadilan bagi kliennya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Bidang Propam Polda Sumut atas putusan tersebut.

"Sudah pas putusan yang diambil majelis sidang kode etik. Sudah seharusnya, RHL diberhentikan dengan tidak hormat. Sesuai dengan harapan kita, itu lah putusan yang kita inginkan," sebut Riadi.

Baca juga: Peras dan Perkosa Istri Cantik Tahanan Narkoba, Begini Nasib Kanit dan 7 Polisi

Untuk diketahui, MU (19) diduga dicabuli oleh oknum anggota Polsek Kutalimbaru berinsial Bripka RHL. Aksi pencabulan itu dilakukan di sebuah hotel di Kota Medan. Saat dicabuli korban dalam keadaan hamil.

Korban MU merupakan istri tahanan narkoba berinsial SM yang ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kutalimbaru di kos mereka di Jalan Kapten Muslim Gang Buntu, Kota Medan, pada 4 September 2021.

Selain diduga dicabuli, korban juga diminta uang sebesar Rp 30 juta. Dengan tujuan, agar suaminya dapat dilepaskan. Namun, kasus berkas SM tetap lanjut dikirim ke jaksa dan sedang proses persidangan.

Selain Bripka RHL, mantan Kapolsek Kutalimbaru, AKP Henry Surbakti juga menjalani sidang kode etik atas perkara itu. Sidang dilaksanakan di gedung Bidang Propam Polda Sumatera Utara pada Rabu, 17 November 2021 lalu. Dari sidang tersebut AKP Henry dijatuhi sanksi berupa mutasi bersifat demosi, penundaan pendidikan dan penundaan gaji.

Perkara itu juga menyeret 8 personel Polsek Kutalimbaru lainnya. Kedelapan personil Polsek Kutalimbaru terdiri dari 6 personil Opnal Unit Reskrim Polres Polsek Kutalimbaru, salah satunya Bripka RHL. Selanjutnya, satu personil dari Penyidik Pembantu Unit Reskrim Polsek Kutalimbaru.

Baca juga: Dua Oknum Polisi Ditangkap karena Jual Amunisi ke KKB Teroris

Mantan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kutalimbaru, Ipda Syafrizal juga ikut menjalani sidang kode etik. Sedangkan, kode etik dipimpin langsung oleh Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasi Propam Kompol Zonni Aroma di Mako Polrestabes Medan, Kamis 11 November 2021.

"Mantan Kanit dan penyidik kita jatuhi hukuman mutasi bersifat demosi, penundaan pendidikan selama 1 tahun, penundaan gaji. Kepada 6 orang personel opnal kita beri hukuman yang sama," jelas Irsan.

Baca juga: Demi Foya-Foya Beli Sabu, Dua Sopir Batu Bara Bawa Kabur Truk Operasional

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini