Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Imam Besar Masjid Istiqlal: Guru Madrasah Harus Sebarkan Islam yang Toleran

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 27 November 2021 |14:14 WIB
 Imam Besar Masjid Istiqlal: Guru Madrasah Harus Sebarkan Islam yang Toleran
Imam besar masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar saat ikut LKLB (foto: dok masjid istiqlal)
A
A
A

JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengajak para guru madrasah dan pesantren untuk menyebarkan Islam yang toleran. Menurutnya, guru sewajarnya memiliki filosofi yang utuh dalam memandang perbedaan, sebagaimana Alquran sendiri terbuka dan mengakui agama-agama lainnya.

Hal itu dikatakan Nasaruddin saat memberikan ceramah kunci pada Program Internasional Peningkatan Kapasitas Guru Madrasah dan Pesantren untuk Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang digelar oleh Masjid Istiqlal dan Institut Leimena, Senin 22 November 2021. Program LKLB kali ini berlangsung pada 22-26 November 2021 diikuti 174 guru madrasah dan pesantren dari mayoritas pulau Jawa dan Sulawesi, serta sebagian kecil dari provinsi Jambi dan Nusa Tenggara Timur.

“Saya ingin guru madrasah menjadi contoh bagi guru-guru lain. Bagaimana caranya, dengan mendeklarasikan kepada anak-anak didik kita bahwa sejak semula Alquran mentolerir perbedaan,” kata Nasaruddin.

Baca juga: Pengabdian Guru Desa Terpencil, Bertaruh Nyawa Seberangi Laut Demi Mengajar Murid

santri

Sejumlah guru madrasah dan pesantren mengikuti program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB)

Wakil Menteri Agama tahun 2011-2014 itu mengatakan, umat Islam wajib meyakini agamanya terbaik, namun jangan sampai melarang orang yang berbeda untuk berkeyakinan sama. Konsep Alquran dalam beragama sangat jelas yaitu lakum dinukum waliyadin artinya “untukmu agamamu dan untukku agamaku” (QS. Al-Kafirun ayat 6).

“Saya mengakui agama Islam paling baik, paling benar, itu ada ayatnya. Tapi jangan melarang orang lain berkeyakinan sama. Agama Protestan paling baik, monggo. Tapi jangan kita saling mengusik,” sambungnya.

Baca juga: Hari Guru 2021, Gubernur Khofifah Minta Guru Jangan Gaptek

Menurutnya, sangat jarang kitab suci secara eksplisit memberikan pengakuan terhadap agama lain. Namun, Alquran justru menyebut agama Nasrani dan Yahudi bahkan aliran kepercayaan Majusi.

“Kitab suci Alquran sangat terbuka, 17 kali memberikan pengakuan terhadap agama Nasrani, Katolik, Protestan, dan 15 kali memberikan pengakuan, penyebutan terhadap agama Yahudi,” tuturnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement