Jualan Panekuk dengan Baju Seksi, Kios Mahasiswi Cantik Ini Digerebek Polisi

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 29 November 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 18 2508988 jualan-panekuk-dengan-baju-seksi-kios-mahasiswi-cantik-ini-digerebek-polisi-ue70fXPUGE.jpg Olive Aranya Apaiso mendapat peringatan dari polisi karena pakaian minimnya. (Foto: ViralPress)

CHIANG MAI - Seorang penjual panekuk cantik mendapat peringatan dari polisi dan dilarang berjualan karena pakaiannya yang terlalu seksi dan minim. Meski meningkatkan penjualan panekuk hingga berkali lipat, pakaian yang digunakan gadis itu dinilai melanggar kesopanan.

Mahasiswi keperawatan Olive Aranya Apaiso, (23 tahun), hanya menjual sebanyak 30 kotak panekuk sehari sampai dia meminjam atasan dengan potongan rendah milik temannya untuk dipakai saat bekerja di kiosnya di Chiang Mai, Thailand.

BACA JUGA: Kisah Restoran yang Gunakan Kuah Kaldu yang Sama Selama 45 Tahun, Resep Turun-temurun

Pakaian yang memamerkan belahan dadanya itu sukses membuat penjualannya meningkat hingga empat kali lipat, bahkan menyebabkan antrean pelanggan. Penduduk setempat ingin mencicipi panekuk yang dibuat Olive sambil berswafoto saat gadis itu memasak pesanan mereka.

Tetapi beberapa warga mengeluhkan pakaian Olive yang dinilai tak pantas, sehingga petugas kepolisian mengunjungi kiosnya pada Jumat (26/11/2021).

Mereka membawa gadis itu ke pos, dimana dia diberikan peringatan dan literasi tentang kebersihan makanan, serta "menghormati budaya kota" sebelum dilepaskan tanpa tuntutan. Polisi juga memerintahkan mahasiswi cantik itu untuk mengganti pakaian minimnya atau dia bisa ditangkap karena ketidaksopanan publik.

BACA JUGA: Kisah Ayah Buat Sayembara Cari Suami untuk Putrinya, Janjikan Rp4,2 Miliar dan 10 Mobil

"Chiang Mai adalah kota budaya dan orang-orang telah menyatakan keprihatinan tentang pakaian itu,” kata seorang juru bicara dari kantor dewan Distrik Chang Phueak sebagaimana dilansir The Sun.

"Kami telah meminta wanita itu untuk bekerja sama, untuk memakai bra yang berwarna seperti kulit dan pakaian yang tidak terlalu cabul.

"Kami mengundangnya ke kantor polisi untuk membahas masalah ini."

Olive telah meminta maaf karena telah menyinggung siapa pun dengan atasannya yang terbuka, yang diikat dengan peniti. Dia mengatakan selotip di putingnya menahan pakaian itu agar tidak terlepas.

Pengusaha pancake yang menangis itu berkata: "Saya perlu menghasilkan uang sendiri. Saya hanya berusaha untuk menghidupi diri sendiri.

"Pelanggan mengantre bahkan sebelum toko dibuka. Beberapa bahkan berpose dengan saya dan berbagi foto secara online, membuat kios saya semakin populer.

"Baru tiga bulan sejak saya membuka (kios) dan sekarang saya telah menjual lebih dari 100 kotak panekuk renyah sehari."

Polisi mengatakan Olive perlu menjaga rambutnya tetap dalam jaring, memakai celemek, menggunakan sarung tangan, dan "menjaga jarak antara pelanggan selama memanggang".

"Saya bersedia mengikuti instruksi dari semua petugas," kata Olive.

"Setelah ini, saya akan berpakaian berbeda dan menutupi lebih banyak tubuh saya. Saya juga akan mengikuti saran sanitasi."

Salah satu pelanggan Aranya mengatakan bahwa dia mulai membeli panekuk dari Olive karena dia memiliki "gaya penjualan yang unik" dan rasa panekuknya enak.

Camilan ini berharga 35 baht Thailand (Rp15 ribu) per kotak dan memiliki rasa yang berbeda seperti teh hijau dan kakao. Warung ini buka setiap hari dari jam 11 pagi sampai jam 9 malam.

"Wanita itu kooperatif dan tidak ada tuduhan yang diajukan terhadapnya,” kata Letnan Kolonel Weerapat Khamlapich.

"Petugas akan memeriksa kiosnya untuk memastikan dia mengikuti saran."

Ketidaksenonohan publik di Thailand dapat dihukum dengan denda tidak melebihi 5.000 baht Thailand (Rp 2,1 juta).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini