Share

Kisah Restoran yang Gunakan Kuah Kaldu yang Sama Selama 45 Tahun, Resep Turun-temurun

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 06 November 2021 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 18 2497635 restoran-ini-gunakan-kuah-kaldu-yang-sama-selama-45-tahun-resep-turun-temurun-uFmfZZAtzb.jpg Kuah kaldu terus dipanaskan dan digunakan selama 45 tahun (Foto: Mediacorp)

THAILAND – Siapa menyangka jika restoran ini telah menggunakan kuah kaldu yang terus dipanaskan selama 45 tahun. Bukannya basi dan tidak enak, kuah kaldu ini malah menjadi daya pikat para pelanggannya.

Restoran yang terletak di Bangkok, Thailand ini terkenal dengan olahan sup mi daging sapi yang super nikmat. Menurut pemilik Wattana Panic Restaurant, Nattapong Kaweenuntawong, resep tersebut rupanya sudah diwariskan turun-temurun oleh keluarganya.

"Sup mi daging kami bernama Neua Tune dan sangat populer di Bangkok. Kami menggunakan kuah kaldu yang dimasak selama kurang lebih 45 tahun, sehingga menghasilkan rasa unik dengan aroma yang sangat khas," tutur Nattopang dalam video yang diunggah kanal YouTube Great Big Story.

Baca juga: Restoran di Jepang Gunakan Kaldu Berusia 65 Tahun, Amankah Dikonsumsi?

Nattopang menjelaskan selama 5 dekade terakhkir, ia dan keluarganya tidak pernah memodifikasi resep sup daging sama sekali. Mereka justru menyimpan sisa kaldu, lalu mengolahnya kembali keesokan hari.

Kegiatan ini telah dilakukan selama kurang lebih 45 tahun. Untuk mengolah kaldu yang super gurih ini, Nattopang dan keluarganya menggunakan sebuah panci berukuran jumbo yang diturunkan langsung oleh sang ibunda tercinta. Dalam beberapa kebudayaan, teknik memasak tradisional ini dikenal dengan istilah Hunter's Stew.

Baca juga: Viral Restoran Kebanjiran, Pengunjung Malah Makin Ramai dan Kegirangan


Semakin lama sup dimasak, maka akan semakin lezat pula rasanya. Bahan-bahan yang digunakan pun terbilang sederhana. Nattopang mengatakan ia hanya menambahkan mi, potongan daging sapi mentah, babat, bakso, dan beberapa organ sapi lainnya.

"Yang terpenting adalah kaldunya. Saya hanya menyiapkan bahan makanan tambahan lalu dicampurkan dan direbus secara bersamaan dengan kaldu tersebut," terangnya.

Bila dilihat secara seksama, di sekitar panci tampak dipenuhi gumpalan cairan yang sudah mengering berwarna cokelat. Benar saja, Nattopang mengatakan benda tersebut adalah tumpahan kaldu yang sudah mengeras karena usianya sudah puluhan tahun.

Dari segi rasa, Great Big Story menggambarkan bahwa olahan sup daging sapi tersebut memiliki sensasi rasa gurih yang unik. Tekstur daging sapinya pun terbilang lembut dan juicy. Saat ini, Wattana Panich Restaurant dikelola oleh Nattopang dan istrinya yang merupakan generasi ke-3 dari restoran tersebut. Ia sendiri bekerja sebagai juru masak, sementara sang istri memabntu melayani pengunjung di dalam restoran. "Saya adalah generasi ketiga dan punya 3 orang anak. Saya harap mereka bisa meneruskan bisnis keluarga ini," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini