Semakin lama sup dimasak, maka akan semakin lezat pula rasanya. Bahan-bahan yang digunakan pun terbilang sederhana. Nattopang mengatakan ia hanya menambahkan mi, potongan daging sapi mentah, babat, bakso, dan beberapa organ sapi lainnya.
"Yang terpenting adalah kaldunya. Saya hanya menyiapkan bahan makanan tambahan lalu dicampurkan dan direbus secara bersamaan dengan kaldu tersebut," terangnya.
Bila dilihat secara seksama, di sekitar panci tampak dipenuhi gumpalan cairan yang sudah mengering berwarna cokelat. Benar saja, Nattopang mengatakan benda tersebut adalah tumpahan kaldu yang sudah mengeras karena usianya sudah puluhan tahun.
Dari segi rasa, Great Big Story menggambarkan bahwa olahan sup daging sapi tersebut memiliki sensasi rasa gurih yang unik. Tekstur daging sapinya pun terbilang lembut dan juicy. Saat ini, Wattana Panich Restaurant dikelola oleh Nattopang dan istrinya yang merupakan generasi ke-3 dari restoran tersebut. Ia sendiri bekerja sebagai juru masak, sementara sang istri memabntu melayani pengunjung di dalam restoran. "Saya adalah generasi ketiga dan punya 3 orang anak. Saya harap mereka bisa meneruskan bisnis keluarga ini," tambahnya.
(Susi Susanti)