10 Senjata Paling Mematikan di Kancah Perang Dunia II

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 29 November 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 18 2509088 10-senjata-paling-mematikan-di-kancah-perang-dunia-ii-sbMooaPlLd.jpg Senjata anti pesawat terbang Jerman meriam 8,8.

JAKARTA - Perang Dunia II menjadi perang paling mematikan dan menghancurkan dalam sejarah manusia, dengan total lebih dari 60 juta orang tewas dalam konflik yang berlangsung selama sekira empat tahun ini.

Korban tewas mencapai sekitar 3 persen dari total populasi dunia pada tahun 1940. Kerugian besar ini sebagian disebabkan oleh teknologi canggih yang salah satunya dijadikan sebagai senjata berperang. Lalu senjata apa saja yang paling mematikan dalam Perang Dunia II?

BACA JUGA: Sejarah Berdarah Umat Manusia, Ini Perang yang dengan Korban Jiwa Terbanyak

Berikut 10 senjata paling mematikan yang digunakan sepanjang Perang Dunia II, menurut ancienthistorylists

10. Messerschmitt Me 262


Messerschmitt Me 262 adalah pesawat tempur bertenaga jet pertama di dunia. Pesawat tempur ini diproduksi Jerman sebagai upaya membalikkan keadaan perang pada tahun 1945, dengan nama 'Schwalbe' yang berarti menelan dalam versi tempur dan 'Strumvogel' yang berarti burung badai dalam versi pembom. Messerschmitt Me 262 diproduksi pada saat Perang Dunia Kedua.

BACA JUGA: Puing Kapal Induk Jepang yang Ikut Serang Pearl Harbor dan Indonesia Ditemukan

Me 262 ini dipersenjatai lebih berat dari pesawat sekutu lainnya, dan dianggap melebihi Gloster Meteor bertenaga jet milik Inggris. Pilot Me 262 juga mengklaim berhasil membunuh total 542 sekutu melalui penggunaan pesawat tempur ini. Peswat ini dilengkapi dengan empat meriam MK 108 30mm dan dua bom 550lb (250kg) (hanya A-2a), dan roket R4M 24x2,2 inci.

Dari total 1.400 Me 262 yang diproduksi, hanya 300 pesawat yang digunakan selama pertempuran, namun pesawat ini bisa menjadi cara untuk Jerman dalam mengubah permainannya.

9. Senjata Anti Pesawat Udara 88mm 

Senjata anti serangan udara 8,8cm Flak 18/36/37/41 umumnya dikenal sebagai 88 atau Acht-acht adalah meriam anti-pesawat dan anti-tank 88mm, menjadi salah satu artileri yang paling ditakuti milik Jerman dan digunakan secara luas oleh Jerman mulai dari Afrika Utara hingga ke front Rusia. Selama Operasi Battleaxe, 88 mampu merugikan Inggris dengan kerugian sekitar 90 tank dan korban hampir 1.000 orang.

Awalnya 88 diposisikan sebagai senjata pertahanan pesawat. Kata 'flak' merupakan kependekan dari kata dalam bahasa Jerman, 'Flugzeugabwehrkanone' yang berarti "meriam pertahanan pesawat." Kemudian, 'flak' dalam bahasa Inggris menjadi istilah umum untuk tembakan anti-pesawat darat. Model senjata 88mm awal memiliki panjang 56 kaliber, yang berarti panjang laras adalah 56 kali diameternya. Dengan kemampuannya ini, 88 mendapatkan reputasinya sebagai senjata perang terbaik secara keseluruhan dan ditakuti oleh penerbang, tanker, dan tentara Sekutu karena akurasi, mematikan, dan keserbagunaannya.

8. Granat Mk 2

Granat ini merupakan produksi AS dan menjadi granat tangan yang biasa digunakan Angkatan Darat AS sejak tahun 1918 hingga 1960-an, juga digunakan selama Perang Dunia Kedua. Mk 2 juga dikenal dengan sebutan 'pineapple' karena badan logamnya yang berpola dan beralur atau granat 'frag'.

Mk 2 asli memiliki ulir 3/8 inci dengan tambahan alasnya yang menutupi lubang pengisian bahan peledak. Granat ini termasuk dalam bahan peledak tinggi, yang bisa diisi dengan bubuk EC tanpa asap dan tidak memerlukan detonator, serta menggunakan TNT serpihan atau granular. Varian awal dari Mk 2, yaitu M5, M6, dan M10 masih menggunakan sekering yang memberikan ledakan keras dan menghasilkan percikan api saat diaktifkan. Selama Perang Dunia Kedua, granat Mk 2 juga dapat dilengkapi dengan sirip penstabil bersama dengan badan tabung untuk menembak dari moncong senapan servis yang memiliki adaptor M7.

7. Pesawat Bom Avro Lancaster

Avro Lancaster adalah pesawat bom berat dengan empat mesin milik Inggris. Pesawat ini dibuat oleh Avro untuk Royal Air Force (RAF), yang kemudian menjadi pesawat bom berat Inggris paling penting selama Perang Dunia Kedua. Prototipenya pertama kali diterbangkan pada Januari 1941. Pesawat ini juga digunakan dalam banyak serangan bom di Jerman, termasuk apa yang disebut "1.000 serangan pembom" di Cologne. Serangan pengeboman Lancaster yang terkenal terjadi dalam misi 1943 dengan nama sandi Operasi Chastise, yang menghancurkan bendungan di Lembah Ruhr.

Lancaster dipersenjatai dengan delapan senapan mesin 0,303 di berbagai menara di atas kapal. Saat perang berlangsung, ruang bom di pesawat dimodifikasi untuk memungkinkan memasukkan bom yang lebih besar seperti "Grand Slam" yang memiliki berat 22.000 lbs (9.979kg) adalah bom terberat yang dibawa selama Perang Dunia Kedua. Selama masa perang, Lancaster telah menerbangkan lebih dari 156.000 serangan mendadak (serangan ofensif) dan menjatuhkan 608.000 ton bom berdaya ledak tinggi dan 51 juta bom pembakar. Total hanya 35 Lancaster yang mampu menyelesaikan lebih dari 100 operasi yang sukses dan sekitar 3.249 hilang dalam aksi.

6. Senapan M1 Garand

Senapan M1 Garand adalah senapan semi-otomatis kaliber 0,30 yang biasa digunakan oleh AS sebagai senapan selama Perang Dunia Kedua dan Perang Korea. Garand masih digunakan oleh tim bor dan penjaga kehormatan militer. Pada masanya, Garand adalah senapan militer semi-otomatis edisi standar pertama. Faktanya, AS adalah satu-satunya negara yang melengkapi pasukannya dengan senapan otomatis sebagai senjata dasar infanteri selama perang. Kehadiran Garand ini memberi keunggulan untuk pasukan AS dalam bidang persenjataan, dan disebut sebagai "alat pertempuran terbesar yang pernah diturunkan" oleh Jenderal George Patton.

Senapan ini selain digunakan oleh semua cabang militer pasukan AS, juga diberikan sebagai bantuan asing kepada sekutunya. Senapan M1 mendapat prioritas setelah serangan Pearl Harbor pada bulan Desember 1941. Pabrikan Springfield dan Winchester pun beroperasi dengan kecepatan penuh untuk memproduksi lebih dari empat juta senapan M1 pada akhir perang pada tahun 1945 dan M1 disajikan dengan perbedaannya.

5. Tank T-34


Tank ini merupakan tank medium Soviet dengan efek yang mendalam dan tahan lama di bidang desain tank. Desain tank ini telah dikreditkan sebagai salah satu desain tank yang efisien, efektif, dan berpengaruh. T-34 pada masa pengenalan memiliki kombinasi data tembak, mobilitas, perlindungan, dan ketangguhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

T-34 memiliki tank meriam berkecepatan tinggi, 76,22 mm yang kuat sehingga memberikan peningkatan substansial dalam menembak dan memiliki bodi besi yang sulit ditembus. Tank ini menjadi tank yang paling banyak diproduksi dari Perang Dunia Kedua dengan total 80.000, meskipun ribuan tank ini hilang saat pertempuran.

4. Senapan Mesin MG 42

Maschinengewehr 42 atau MG 42 adalah senapan mesin serbaguna buatan Jerman, dan merupakan versi ramping dari MG 34 sebelumnya. Fitur yang paling menonjol adalah tingkat tembakan yang sangat tinggi sekitar 1.200-1.500 putaran per menit, dua kali lebih cepat dari senapan mesin Vickers dan Browning. Jangkauannya sejauh 1.000 meter dan kapasitas 50 putaran. Senjata ini sangat disegani karena kemampuan menembaknya dan banyak disukai hingga digunakan secara meluas, khususnya saat perang Eropa dan Perang Dunia Kedua. Total ada 408.323 MG 42 yang sudah diproduksi selama perang.

3. Peluncur Roket Katyusha


Ini merupakan jenis artileri roket dengan beberapa peluncur roket yang dipasang di belakang kendaraan untuk digunakan selama mobilitas, dan mulai diproduksi saat Perang Dunia Kedua oleh Uni Soviet. Kehebatannya dikenal karena mampu menjatuhkan musuh dalam hitungan detik dan pukulannya yang kuat. Hingga suaranya saat meluncur juga memberikan dampak psikologis.

Roket ini memiliki jangkauan 8,5 km dan radius ledakannya lebih dari 10 m. Meskipun kurang akurat saat meluncur, namun efektif dalam pengeboman saturasi yang paling ditakuti oleh Jerman.

2. Hawker Hurricane

Hawker Hurricane adalah pesawat tempur satu kursi Inggris yang dibuat oleh Hawker Aircraft untuk RAF dan menjadi salah satu pesawat tempur terbesar saat Perang Dunia Kedua. Dengan kecepatan maksimumnya 340mph dan jangkauan 468 mil dengan langit-langit 35.000 kaki, juga dilengkapi dengan persenjataan delapan 0,303 senapan mesin.

Kehebatannya terukir saat menghadapi Pertempuran Inggris Raya melawan Angkatan Udara Jerman pada tahun 1940, dengan menyumbang lebih dari 60 persen kemenangan udara RAF dan menghentikan kemajuan Hitler di Eropa.

1. Bom Atom


Bom Atom adalah senjata yang paling diingat selama Perang Dunia Kedua, karena efeknya yang bertahan dan dirasakan selama beberapa dekade setelah berakhirnya perang. "Little boy" menjadi nama kode untuk bom atom pertama yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima, Jepang pada tanggal 06 Agustus 1945. Bom ini meledak dengan energi 15 kiloton TNT. Tiga hari kemudian disusul dengan "Fat Man", nama sandi untuk bom atom kedua, yang meledak dengan energi 21 kiloton TNT.

Ledakan bom ini menjadikan Amerika Serikat (AS) sebagai negara pertama dan satu-satunya yang menggunakan bom ini untuk negara lain. Lebih dari 66.000 orang tewas dengan 20.000 berasal dari Tentara Kekaisaran Jepang dan 69.000 korban di ledakan Hiroshima. Sebanyak 192.000 total kematian termasuk efek setelah radiasi terjadi setelah pemboman di Nagasaki dengan 70.000 orang tewas seketika. Lima hari setelahnya, Jepang pun menyerah dan mengakhiri perang paling mematikan dalam  sejarah ini.

1
6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini