Mengantre Lama, Warga Kecewa Tak Dapatkan Vaksin Booster

Fay Cilla, Okezone · Selasa 30 November 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 18 2509754 mengantre-lama-warga-kecewa-tak-dapatkan-vaksin-booster-SgpVTXH9mn.jpg Warga mengantre suntikan booster di Inggris (Foto: Maureen McLean/Rex/Shutterstock)

INGGRISPemerintah Inggris telah mengumumkan warga Inggris yang berusia di atas 18 tahun sudah boleh mendapatkan dosis vaksin booster. Booster ini dapat diberikan dengan jarak minimum dari vaksin Covid-19 kedua yakni selama 3 bulan.

Booster ini sendiri ditawarkan pemerintah Inggris pada warga Inggris guna mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Pengumuman Covid-19 varian baru pun menjadi penggerak warga Inggris berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk vaksin booster di situs Layanan Kesehatan Inggris (NHS).

Banyak warga Inggris yang mendaftar vaksin booster dalam situs ini tetapi, banyak keluhan warga juga yang mengatakan bahwa banyak dari mereka telah menunggu lama atau bahkan ada yang sudah memenuhi syarat tetapi ketika tiba untuk vaksin mereka ditolak karena tidak memenuhi syarat.

Baca juga: Pakar AS: Covid-19 Bisa Jadi Endemi Jika Semua Orang Divaksin Booster

Kekecewaan mereka ditungkan di Twitter. "Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya dapat memesan booster tetapi ketika saya mencobanya mengatakan saya berada di urutan 2996 dalam antrian dan ketika saya sampai di depan mereka, mereka mengatakan saya tidak memenuhi syarat,” cuit seorang warganet.

Banyak pihak juga yang mengeluhkan akses yang sulit dan susahnya mendaftar serta dianggap tak memenuhi syarat. Situs NHS pun memperbarui panduan dan mengatakan bahwa rencana dosis booster untuk usia 18 tahun keatas “belum tersedia”.

Baca juga: FDA AS Setujui Vaksin Booster Covid-19, Tunggu Persetujuan CDC

“Saat ini Anda tidak dapat memesan melalui layanan ini. Jika Anda merasa memenuhi syarat untuk dosis booster dan sudah lebih dari 152 hari (lima bulan) sejak dosis kedua Anda, silakan hubungi saluran bantuan di 119,” tulis NHS.

Beberapa pihak mengeluh selain akses yang sulit dijangkau, beberapa orang mengatakan mereka kesulitan memesan vaksin booster karena instruksi yang membingungkan di situs NHS atau mereka yang memenuhi syarat namun ditolak di klinik lokal karena resepsionis yang tidak mengetahui apa-apa tentang hal itu.

Bahkan beberapa orang yang berada diusia 40 tahun ke atas menunggu hingga lebih dari satu bulan, menghabiskan berjam-jam untuk menelfon layanan pemesanan, atau diarahkan ke situs vaksinasi yang lebih jauh dari tempat mereka tinggal.

Salah satu contohnya ialah pasangan berusia 80-an, Brian Bull dan Jennifer. Mereka mengalami kesulitan memesan booster karena instruksi yang membingungkan dalam situs NHS. Awalnya, Bull, 83, akan disuntik hampir sebulan yang lalu tetapi selalu ditolak berulang kali dari klinik lokalnya di Appleby, Cumbria.

“Situs web NHS mengatakan ada pusat walk-in di Penrith. Kami berkendara sejauh 14 mil hanya untuk menemui resepsionis yang mengatakan dia tidak tahu apa-apa tentang itu,” terangnya.

Program Booster ini sendiri dipercepat guna mengatasi kekhawatiran warga Inggris terhadap perkembangan Virus Covid-19 varian Omicron ini.

Juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan bahwa Komite Gabungan untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menyarankan prioritas untuk mereka yang berusia diatas 40 tahun dan mereka yang beresiko lebih tinggi terpapar Virus Covid-19. Ini artinya ereka yang berusia 18-39 tahun akan memenuhi syarat untuk mendapatkan booster ketika NHS memanggil mereka untuk meneruskan.

“Menanggapi perubahan risiko yang ditimbulkan oleh varian Omicron, booster sekarang akan diberikan tidak lebih cepat dari 3 bulan setelah suntikan pertama,” terangnya.

"Selain itu, dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 (30 mikrogram) untuk anak muda berusia 12 hingga 15 tahun disarankan tidak lebih cepat dari 12 minggu setelah dosis pertama,” lanjutnya.

"Tujuan keseluruhan dari langkah-langkah yang disarankan di atas adalah untuk mempercepat penyebaran vaksin Covid-19 dan meningkatkan tingkat perlindungan di seluruh populasi,” tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini