FDA AS Setujui Vaksin Booster Covid-19, Tunggu Persetujuan CDC

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 23 September 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 18 2475795 fda-as-setujui-vaksin-booster-covid-19-tunggu-persetujuan-cdc-hK09bDNhfk.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui vaksin booster Pfizer untuk orang berusia di atas 65 tahun yang sudah mendapatkan suntikan vaksin terakhir setidaknya enam bulan yang lalu.

FDA juga telah mengizinkan orang dewasa yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah dan yang bekerja di garda terdepan untuk mendapatkan suntikan booster.

Itu berarti puluhan juta orang AS sekarang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan ketiga.

Namun vakin booster ini masih memerlukan persetujuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

(Baca juga: Eropa: Tak Ada Kebutuhan Mendesak untuk Berikan 'Booster' Vaksin Covid-19)

Menurut laporan media AS, panel independen CDC mengadakan pertemuan pada Rabu (22/9) dan Kamis (23/9), dan diharapkan pertemuan ini bisa mendukung langkah tersebut dengan cepat.

Keputusan panel akan mencakup rekomendasi tentang siapa yang memenuhi syarat sebagai berisiko tinggi, dan pekerja garis depan mana yang harus memenuhi syarat.

Penjabat komisaris FDA, Janet Woodcock mengatakan dalam sebuah pernyataan pekerja perawatan kesehatan, guru dan staf penitipan anak, pekerja grosir dan mereka yang berada di tempat penampungan tunawisma atau penjara" harus ada dalam daftar itu, Langkah FDA adalah kemenangan bagi Presiden AS Joe Biden, yang telah berjanji bahwa vaksin booster akan tersedia mulai bulan ini selama mereka menerima persetujuan dari FDA dan CDC.

(Baca juga: CDC Dukung 'Booster' Vaksin Covid-19 bagi Orang dengan Kekebalan Tubuh Lemah)

Untuk saat ini, keputusan hanya berlaku untuk orang AS yang telah divaksinasi dengan suntikan vaksin Pfizer-BioNTech. Jutaan orang AS yang menerima suntikan vaksin Moderna dan Johnson & Johnson harus terus menunggu persetujuan booster lebih lanjut.

Beberapa negara lain juga telah mengizinkan pelaksanaan vaksin booster ini. Di Inggris, pemerintah telah mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan booster kepada semua orang di atas 50 tahun dan kepada orang-orang rentan lainnya saat menjelang bulan-bulan musim dingin.

Jerman, Prancis dan Republik Ceko telah mengumumkan rencana serupa untuk orang tua atau orang yang rentan. Di Israel, booster sudah diberikan kepada anak-anak berusia 12 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meminta negara-negara kaya untuk menunda memberikan suntikan booster sampai tingkat vaksinasi naik di negara-negara berkembang.

"Ada negara dengan cakupan vaksinasi kurang dari 2%, kebanyakan di Afrika, yang bahkan tidak mendapatkan dosis pertama dan kedua," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pekan lalu.

"Memulai vaksin booster, dengan memberikannya kepada populasi yang sehat, merupakan langkah yang tidak benar,” lanjutnya.

Pada Rabu (22/09) dalam pidato Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Biden berjanji untuk menyumbangkan 500 juta dosis vaksin ke negara-negara miskin pada 2022 tahun depan. Terlepas dari janji yang mulia itu, sebagian kecil dari sumbangan yang telah dijanjikan oleh negara-negara kaya sebenarnya telah dikirimkan kepada mereka yang membutuhkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini