Pohon jati di tengah sawah itu katanya dihuni oleh danyang cantik dengan pakaian compang-camping. Jika penunggu danyang cantik itu menerima orang tersebut, dia akan menyambutnya dengan cahaya seperti lampu minyak yang berterbangan.
"Danyang cantik dengan pakaian compang camping dan berbau busuk ini akan menitipkan pengikutnya untuk membantu proses pesugihan. Pengikutnya sendiri berwujud anak kecil yang beringus dan suka meminum ingusnya sendiri. Mereka disebut Bocah Bajang Ingusan," jelas dia.
Meski pesugihan umbel meler di Klaten ini tak memerlukan tumbal, orang yang menggunakan pesugihan ini wajib membawa ayam cemani pada malam Selasa atau Jumat Kliwon ke lokasi tadi.
Selain itu, pengguna pesugihan di Klaten ini harus siap-siap menerima kondisinya yang kerap mengeluarkan ingus yang begitu banyak. Dari ingus tersebut, danyang cantik tadi akan merubahnya menjadi koin emas.
"Risikonya mengikuti pesugihan ini adalah keluarnya banyak ingus secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, sang pengikut harus menadahinya dengan tangan karena di dalam ingus tersebut sang danyang akan memberikan bonus berupa koin emas. Jika sudah terkumpul, ingus tersebut harus diletakkan dalam sebuah wadah sebagai santapan Bocah Bajang," ujar dia.
"Ciri-ciri pengikut pesugihan ini antara lain mata yang merah seperti sedang demam, kadang keluar ingus yang banyak, berbau amis, dan tidak pernah rapi jika bersolek," tutup akun tersebut.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.