Share

Longsor di Toraja Utara, 1 Orang Tewas dan Sejumlah Rumah Rusak

Tim Okezone, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 340 2510519 longsor-di-toraja-utara-1-orang-tewas-dan-sejumlah-rumah-rusak-5xnWRSewMl.jpg Longsor di Toraja Utara (Foto: BNPB)

JAKARTA – Bencana tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Toraja Utara di Provinsi Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan rumah warga.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan, peristiwa ini pertama kali diterima Pusdalops BNPB di awal Desember 2021. Adapun BPBD Kabupaten Toraja Utara melaporkan 1 warganya meninggal dunia.

"Peristiwa ini terjadi di Desa Karua, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, pada Rabu (1/12), pukul 16.30 waktu setempat. Selain korban meninggal, 5 warga lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga:  4 Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor

Kemudian, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) di desa tersebut terdampak longsor. Setidaknya, BPBD mengidentifikasi 2 unit rumah warga mengalami rusak berat.

Meskipun beberapa warga rumahnya tidak terdampak langsung, sebanyak 8 KK atau 20 jiwa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat. Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya antisipasi dampak longsor susulan di sekitar lokasi terdampak.

"Kondisi di lokasi masih terjadi hujan ringan dan petugas BPBD bersiaga untuk mengantisipasi potensi longsor susulan. Di samping itu, BPBD menginformasikan jaringan listrik di lokasi kejadian masih padam dan akses jalan di sekitar lokasi masih tertutup material longsor," ujarnya.

Menurut petugas BPBD Kabupaten Toraja Utara, kejadian ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kabupaten Toraja Utara serta kondisi tanah labil. Akhirnya gerakan tanah tidak dapat dihindari sehingga menimpa 2 unit rumah hingga terbawa material longsor.

Baca Juga:  Satu Keluarga Jadi Korban Longsor saat Rafting di Bali

Berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Toraja Utara termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 21 kecamatan berada pada potensi tersebut, termasuk wilayah Balusu yang saat ini salah satu desanya terdampak tanah longsor.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga menginformasikan wilayah potensi gerakah tanah di Provinsi Sulawesi Selatan pada Desember 2021. Wilayah Kabupaten Toraja Utara teridentifikasi pada kategori menengah hingga tinggi. Ada dua kecamatan yang juga berpotensi banjir bandang yaitu di Baruppu dan Buntu Pepasan.

Menghadapi musim hujan dan pengaruh fenomena La Nina, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. BPBD diharapkan untuk selalu berkoordinasi dan memonitor kondisi cuaca serta meningkatkan komunikasi dengan pihak kecamatan maupun desa untuk kesiapsiagaan bersama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini