Mantan Presiden Argentina Mauricio Macri Didakwa Atas Tuduhan Mata-Mata

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Desember 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 18 2510703 mantan-presiden-argentina-mauricio-macri-didakwa-atas-tuduhan-mata-mata-dE3tf79Pyj.jpg Mantan Presiden Argentina Mauricio Macri. (Foto: Reuters)

BUENOS AIRES - Mantan presiden Argentina Mauricio Macri telah didakwa dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata ilegal dalam kasus yang terkait dengan pengawasan pemerintahnya terhadap keluarga awak kapal selam San Juan yang hilang.

Hakim Federal Martíni Bava mendukung dakwaan itu pada Rabu (1/12/2021), dengan mengatakan bahwa Macri bertanggung jawab atas kampanye pengawasan online terhadap kerabat pelaut kapal selam San Juan, yang meminta pemerintah untuk terus mencari kapal selam yang hilang pada November 2017.

BACA JUGA: Menteri Pertahanan Argentina: Ledakan Telah Membunuh Semua Awak Kapal Selam ARA San Juan

Menurut laporan media lokal, hakim menahan dana sebesar 100 juta peso (sekira Rp14 miliar) dari Macri dan melarangnya meninggalkan Argentina, demikian diwartakan RT.

Putusan pengadilan setebal 171 halaman yang dilihat Infobae mengatakan bawa Macri "memimpin kampanye mata-mata yang melanggar hukum" yang menargetkan orang-orang yang terkena dampak "salah satu tragedi terbesar" yang selama masa jabatannya, berusaha untuk mengikuti "gerakan" dan "klaim" yang mereka buat.

BACA JUGA: Setahun Hilang, Kapal Selam Angkatan Laut Argentina Akhirnya Ditemukan

Pengawasan dilakukan antara Desember 2017 dan akhir 2018. Mantan presiden diyakini memprakarsai pengawasan itu karena khawatir tentang bagaimana kasus San Juan dapat “mempengaruhi citra pemerintah.”

Pengacara Macri mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan ini. Mantan presiden telah berulang kali menyebut proses itu politis dan mengatakan bahwa tuduhan berhubungan dengan pemilihan yang diadakan pada pertengahan November.

Sebelumnya, pengadilan Argentina juga mendakwa dua mantan pejabat tinggi Badan Intelijen Federal Argentina, dengan alasan bahwa mereka tidak mungkin mengetahui kampanye mata-mata dan kemungkinan besar terlibat di dalamnya.

ARA San Juan (S-42) menghilang pada November 2017. Pencarian kapal selam diesel-listrik segera dimulai, melibatkan kapal dan personel yang diawaki dari 13 negara. Setelah 15 hari operasi, angkatan laut memutuskan untuk memutuskannya. Pada akhir 2018, ditemukan "meledak" dan tergeletak di dasar laut pada kedalaman 800 meter. Tragedi itu merenggut nyawa semua 44 pelaut di dalamnya.

Macri bisa menghadapi kemungkinan hukuman penjara hingga sepuluh tahun jika terbukti bersalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini