Singapura Deteksi 2 Kasus Covid-19 Varian Omicron

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 03 Desember 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 18 2511247 singapura-deteksi-2-kasus-covid-19-varian-omicron-Kpfld2Fy1v.jpg Foto: Reuters.

SINGAPURA Singapura melaporkan dua kasus impor Covid-19 varian Omicron, demikian disampaikan kementerian kesehatan negara itu. Kedua pasien kasus baru itu telah diisolasi saat tiba di Singapura pada Rabu (1/12/2021) dan tidak berinteraksi dengan siapa pun.

"Saat ini tidak ada bukti penularan komunitas dari kasus-kasus ini," demikian disampaikan kementerian dalam sebuah pernyataan, Kamis (2/12/2021).

BACA JUGA: Varian Omicron Bukan Berasal dari Afrika Selatan Tapi Belanda?

Kementerian menambahkan bahwa kedua kasus saat ini dalam pemulihan di bangsal isolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID). Mereka telah divaksinasi lengkap, dan memiliki gejala ringan batuk dan tenggorokan gatal.

Diwartakan Straits Times, kedua kasus tersebut tiba dari Johannesburg, Afrika Selatan dengan penerbangan Singapore Airlines SQ479 pada Rabu.

Kasus pertama adalah penduduk tetap Singapura berusia 44 tahun yang melakukan perjalanan dari Mozambik dan transit di Johannesburg. Dia telah dites negatif untuk Covid-19 dalam tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November.

BACA JUGA: Peringatan! Varian Omicron Sudah Menyebar ke 23 Negara

Kasus kedua adalah seorang wanita Singapura berusia 41 tahun yang melakukan perjalanan dari Afrika Selatan. Dia juga telah dites negatif untuk Covid-19 dalam tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November.

“Mereka telah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) setibanya di Singapura dan langsung dibawa ke fasilitas khusus stay-home notice (SHN) untuk diisolasi sambil menunggu hasil tes mereka,” kata kementerian.

Ditambahkan bahwa hasil tes PCR mereka mengungkapkan adanya S-gene Target Failure, yang mungkin terkait dengan varian Omicron.

19 penumpang lainnya pada penerbangan yang sama dinyatakan negatif Covid-19, kata Depkes, seraya menambahkan bahwa pelacakan kontak sedang berlangsung.

Semua 19 dikarantina di fasilitas yang ditunjuk pada saat kedatangan dan melakukan tes PCR.

Mereka harus melakukan tes PCR lagi ketika masa karantina 10 hari mereka selesai. Kontak dekat lainnya juga akan ditempatkan pada karantina 10 hari dan menjalani tes PCR pada awal dan akhir karantina mereka.

“Semua pasien yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi varian Omicron akan dikirim ke NCID untuk isolasi dan manajemen klinis. Pemulihan rumah tidak akan berlaku,” tambah kementerian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini