Sejarah Vihara Buddhagaya di Semarang, Berawal dari Masa Keruntuhan Kerajaan Majapahit

Agregasi Solopos, · Jum'at 03 Desember 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 340 2511574 sejarah-vihara-buddhagaya-di-semarang-berawal-dari-masa-keruntuhan-kerajaan-majapahit-yqU6X984m1.jpg Pagoda di kompleks Vihara Buddhagaya di Semarang. (calyawisata.com/solopos)

SEMARANG — Vihara Buddhagaya Watoagong di Semarang merupakan tempat bermula dari masa 500 tahun setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit. Di tempat ibadah umat Buddha tersebut terdapat Pagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi hingga 45 meter. Pagoda tersebut merupakan tertinggi di Indonesia.

Vihara Buddhagaya ini terletak di Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Vihara ini berada di Markas Kodam IV/Diponegoro.

Melansir Solopos, Jumat (3/12/2021), Vihara Buddhagaya memiliki 2 bangunan induk utama. Salah satunya adalah Pagoda Avalokitesvara yang memiliki nilai artistik tinggi. Di dalam pagoda itu terdapat patung Dewi Kwan Im setinggi 5 meter.

Selain itu, vihara tersebut memiliki Dhammasala yang terdiri dari dua lantai. Lantai dasar digunakan sebagai ruang aula serbaguna untuk kegiatan pertemuan dan lantai atas sebagai tempat ritual upacara keagamaan.

Dihimpun dari Wikipedia, sejarah keberadaan vihara ini bermula dari masa 500 tahun setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit. Saat itu, muncul berbagai kegiatan dan peristiwa yang menyadarkan kalangan penduduk akan warisan luhur nenek moyang, yaitu Buddha Dhamma agar dapat kembali dipraktekkan oleh umat Buddha, meskipun mayoritas warga memeluk agama Islam.

Upaya ini banyak digagas pada zaman pemerintahan Hindia Belanda hingga akhirnya harapan akan ada orang yang mampu mengajarkan Buddha Dhamma terwujud dengan kehadiran Bhiku Narada Maha Thera dari Srilanka pada 1934.

Kehadiran Dharmadutta tersebut dimanfaatkan umat dan simpatisan untuk mengembangkan diskusi dan memohon penjabaran Dhamma secara lebih luas lagi.

Puncaknya, muncul putra pertama Indonesia yang mengabdikan diri secara penuh pada penyebaran Buddha Dharma, yakni pemuda asal Bogor bernama The Boan An yang kemudian menjadi Bhikku Ashin Jhinarakhita.

Baca Juga : Kisah Sunan Gunung Jati Bangun Vihara di Banten

Pada 1955, Bhikku Ashin Jinarakkhita memimpin perayaan Vaisak 2549 di Candi Borobudur dan saat itu bertemu dengan hartawan yang menjadi tuan tanah Semarang, bernama Goei Thwan Ling yang berlatarbelakang Buddha dan terkesan dengan kepiawaian dan kepribadian dari sang Bhikku.

Sang hartawan itu lalu mempersembahkan sebagian tanah miliknya untuk digunakan sebagai pusat dan pengembangan Buddha Dhamma yang kemudian diberi nama Vihara Buddhagaya.

Pada 19 Oktober 1955, didirikanlah Yayasan Buddhagaya untuk menaungi aktivitas vihara dan dari vihara inilah kemudian satu episode baru pengembangan Buddha Dhamma berlanjut.

Sementara itu, dilansir dari sebuah literasi yang diterbatkan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Vihara Buddhagaya ini beridiri di atas lahan seluas 2,3 hektare (Ha). Peresmian vihara ini dilakukan secara bertahap, mulai dari bangunan utama sampai bangunan pendukung fasilitas lainnya.

Yang jelas, Pagoda Avalokitesvara atau yang lebih dikenal dengan Pagoda Kwan Im dibangun pada 2004 dan diresmikan pada 14 Juli 2005, tetapi ada bangunan utama lain yang lebih dahulu dibangun, yaitu Dhammasala yang dibangun sekitar tahun 2002.

Pada mulanya, vihara ini hanya diperuntukan sebagai tempat ibadah, namun dengan melihat arsitektur bangunan yang sangat kental dengan nuansa Tiongkok dan Thailand, maka potensi vihara ini dikembangkan menjadi destinasi wisata bertakjuk religi yang dapat diandalkan dan dikembangkan lebih lagi.

Vihara ini buka dari jam 07.00 WIB hingga jam 21.00 WIB. Untuk tiket masuk, pengunjung bisa memberikan uang seikhlasnya sebagai bentuk mendukung pelestarian wisata religi yang indah ini. Desain bangunan yang kuat dengan nuansa Tiongkok dan Thailand mengundang para milenial untuk berswafoto dengan latar pagoda tertinggi di Indonesia tersebut yang membuat seakan berswafoto di negeri Tiongkok atau Thailand secara nyata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini