Share

WHO: Jangan Panik Soal Varian Omicron, Tapi Harus Bersiap

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 04 Desember 2021 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 18 2511741 who-jangan-panik-soal-varian-omicron-tapi-harus-bersiap-as76dJuwXm.jpg Ilmuwan top WHO mengingatkan dunia agar tidak panik terhadap varian Omicron (Foto:Reuters)

NEW YORK - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dunia seharusnya tidak panik tentang varian baru Omicron Covid-19 tetapi harus bersiap.

Saat berbicara di sebuah konferensi pada Jumat (3/12), ilmuwan top WHO Soumya Swaminathan mengatakan situasi sekarang sangat berbeda dengan tahun lalu.

Dr Swaminathan mengatakan pada konferensi Reuters NEXT bahwa varian itu "sangat mudah menular", mengutip data dari Afrika Selatan, dan mengatakan itu mungkin bisa menjadi jenis yang dominan di seluruh dunia - meskipun ini sulit diprediksi. Dia menjelaskan varian Delta saat ini menyumbang 99% kasus secara global.

"Seberapa khawatir? Kita harus siap dan hati-hati, jangan panik, karena kita berada dalam situasi yang berbeda dengan tahun lalu," katanya.

 Baca juga: Afsel Dilanda Gelombang ke-4 Covid-19 Akibat Varian Omicron

Direktur Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan dunia saat ini memiliki "vaksin yang sangat efektif" melawan Covid-19, dan fokusnya harus pada mendistribusikannya secara lebih luas. Dia mengatakan tidak ada bukti untuk mengubah vaksin untuk menyesuaikannya dengan varian Omicron baru.

Laporan menunjukkan Omicron telah ditemukan di hampir 40 negara. Masih belum jelas apakah varian yang sangat bermutasi lebih menular atau lebih mampu menghindari vaksin.

Baca juga: 2.000 Orang Dikarantina Usai Ditemukan 2 Kasus Varian Omicron di Sekolah Internasional

Data awal yang dilaporkan oleh para ilmuwan di Afrika Selatan (Afsel) - tempat varian pertama kali terdeteksi - menunjukkan bahwa Omicron dapat menghindari kekebalan terhadap Covid-19, meskipun para ahli memperingatkan bahwa analisis tersebut tidak pasti.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Negara-negara di seluruh dunia telah mengumumkan larangan perjalanan terhadap negara-negara Afrika selatan setelah deteksi pertama Omicron.

Pejabat Amerika Serikat (AS) telah mewajibkan semua pelancong internasional ke AS untuk mengikuti tes Covid tidak lebih dari satu hari sebelum perjalanan. Itu terjadi setelah pihak berwenang memperketat aturan perjalanan AS sehubungan dengan varian tersebut.

Omicron kini telah terdeteksi di setidaknya enam negara bagian AS termasuk Hawaii.

India juga telah melaporkan dua kasus pertama varian Omicron. Para pejabat mengatakan salah satu dari mereka - seorang warga negara Afrika Selatan berusia 66 tahun - telah melakukan perjalanan dari negara itu dan telah meninggalkan India, sedangkan yang kedua - seorang dokter berusia 46 tahun di kota Bengaluru di India selatan - tidak memiliki riwayat perjalanan.

Gelombang kedua infeksi Covid membuat sistem perawatan kesehatan negara itu bertekuk lutut pada bulan April dan Mei tahun ini, dengan rumah sakit kehabisan tempat tidur, oksigen, dan obat-obatan.

Munculnya varian baru datang ketika negara-negara Eropa sudah bergulat dengan lonjakan infeksi.

Pada Kamis (2/12), Jerman mengumumkan pembatasan besar pada yang tidak divaksinasi, menyatakan bahwa hanya mereka yang diinokulasi atau yang baru saja pulih dari virus yang akan diizinkan di restoran, bioskop, dan banyak toko.

Kanselir Angela Merkel juga mengatakan vaksinasi bisa menjadi wajib pada Februari. Austria mengumumkan vaksin wajib bagi penduduk mulai 1 Februari, sementara negara-negara termasuk Belgia dan Belanda telah membawa kembali atau memperketat tindakan yang bertujuan untuk mengatasi penyebaran kasus.

Sementara itu, pejabat kesehatan di Inggris sedang bekerja untuk mempercepat peluncuran suntikan booster. Pemerintah telah membeli 114 juta lebih dosis suntikan Pfizer dan Moderna dan telah mengumumkan bahwa semua orang dewasa akan ditawarkan booster pada akhir Januari mendatang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini