Share

2.000 Orang Dikarantina Usai Ditemukan 2 Kasus Varian Omicron di Sekolah Internasional

Antara, · Sabtu 04 Desember 2021 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 18 2511711 2-000-orang-dikarantina-usai-ditemukan-2-kasus-varian-omicron-di-sekolah-internasional-mgsstmb9Dq.jpg Ilustrasi karantina Covid-19 (Foto: Antara/Reuters)

ZURICH - Dua wilayah di Swiss, yaitu Jenewa dan Vaud, telah mengarantina 2.000 orang, yang sebagian besar adalah anak-anak, setelah dua kasus varian Omicron ditemukan di sebuah sekolah internasional.

Jenewa, kota pusat keberadaan para diplomat internasional dan tempat markas besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berada, sebelumnya memastikan bahwa kasus pertama berasal dari seseorang yang datang kembali dari Afrika Selatan.

Satu kasus lainnya diduga juga terkait dengan orang yang sama. "Setelah dipastikan ada dua kasus varian Omicron pada orang-orang yang memasuki kampus Châtaigneraie di Sekolah Internasional Jenewa, badan layanan medis wilayah Vaud dan Jenewa bersama-sama memutuskan untuk mengarantina semua pelajar dan staf kampus selama sepuluh hari," terang WHO melalui pernyataan pada Kamis (2/12) malam.

 Baca juga: Afsel Dilanda Gelombang ke-4 Covid-19 Akibat Varian Omicron

WHO pekan lalu menggolongkan Omicron sebagai varian Covid-19 yang harus diwaspadai.

Swiss telah mengindentifikasi beberapa kasus varian baru itu di lima wilayah.

Negara itu juga telah memberlakukan larangan perjalanan dari Afrika bagian selatan serta kewajiban karantina pada orang-orang yang tiba dari 23 negara, termasuk Jepang, Inggris, dan Kanada.

 Baca juga: Omicron Diklaim Sudah Ada di Eropa Sebelum Teridentifikasi di Afsel

Pihak berwenang mengatakan 1.600 dari orang-orang yang dikarantina di Vaud dan Jenewa adalah anak-anak.

Selain siswa, para orang tua, adik dan kakak siswa juga akan perlu menjalani tes deteksi Omicron.

Badan kesehatan Swiss tidak mengatakan apakah pemberlakuan karantina yang baru itu ada kaitannya dengan kasus yang dipastikan muncul sebelumnya.

Namun, badan tersebut mengatakan kedua kasus terkonfirmasi itu "berkaitan erat dalam keluarga seseorang yang positif saat kembali dari Afrika Selatan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini