JAKARTA - Ramalan Nostradamus kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah tafsir menyebut tahun 2026 akan diwarnai peristiwa global yang mencekam. Nama Michel de Nostredame atau Nostradamus kerap dikaitkan dengan nubuat simbolik yang diyakini sebagian orang memiliki relevansi dengan kondisi dunia saat ini.
Nostradamus dikenal lewat kumpulan puisinya, Les Prophéties, yang ditulis pada abad ke-16. Tafsir terhadap ramalan tersebut terus berkembang, terutama ketika dikaitkan dengan konflik geopolitik, krisis global, hingga bencana alam yang berpotensi menyentuh pandangan hidup orang banyak.
Lebah dalam konteks Alkitab sering diartikan sebagai peringatan atau ujian besar.
Dikutip dari laman nypost, Jumat (2/1/2026), sang peramal legendaris menuliskan sebuah pesan samar: “Sekumpulan besar lebah akan bangkit… di malam hari akan terjadi penyergapan…”. Bait ini memicu berbagai analisis mendalam dari para pakar teori konspirasi.
Dalam konteks ini, muncul kekhawatiran akan kebangkitan rezim totaliter. Pada tahun 2026, kekuatan politik yang otoriter diprediksi akan semakin memperkuat barisannya dan mengancam stabilitas demokrasi internasional.
Seorang pejabat/tokoh penting dunia diperkirakan tewas secara tragis akibat sambaran petir di tengah kekacauan politik. Ramalan Nostradamus ini menunjuk pada pemimpin Eropa yang jatuh karena "api dari langit". Kejadian ini berpotensi memicu pergeseran rezim kekuasaan besar. Mungkinkah tokoh yang dimaksud antara 2 tokoh penting dunia di tengah perseteruan Rusia dengan Ukraina?
Konflik dunia diprediksi berlangsung selama tujuh bulan dengan kehancuran masif. Pasukan dari Timur dan Barat saling berhadapan, sesuai bait ramalan Nostradamus yang samar. Dampaknya bisa mengubah peta geopolitik secara permanen.
Masih dikutip di nypost, dalam bait VII:26, sang peramal menuliskan pesan tentang pertempuran laut melalui kalimat: "Foist dan galai di sekitar tujuh kapal, perang maut akan dilepaskan." Penggunaan istilah kapal kuno ini ditafsirkan sebagai sinyal pecahnya konflik maritim besar yang melibatkan kekuatan militer modern.